Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Banjir pesisir yang dahulu tergolong sebagai peristiwa langka kini semakin kerap terjadi di berbagai belahan dunia.

Kenaikan frekuensi banjir ini tidak cuma meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi, namun juga mengancam kehidupan jutaan masyarakat sekitar yang tinggal di kawasan pesisir.

Sejumlah penelitian terbaru memperlihatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama meningkatnya kejadian banjir pesisir.

Pemanasan global menyebabkan permukaan laut terus naik, sementara cuaca ekstrem bagaikan siklon tropis memperparah dampak banjir ketika terjadi pasang laut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change menemukan bahwa peluang banjir pesisir ekstrem kini meningkat hingga 12 kali lipat dibandingkan kondisi alami.

Jika semasih belumnya peluang banjir besar cuma sekitar 1 persen dalam satu tahun, perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia telah meningkatkan risiko tersebut secara signifikan.

Kenaikan muka laut tidak lagi didominasi faktor alam

Temuan tersebut diperoleh melalui analisis data jangka panjang dari makin dari 100 alat pengukur pasang surut di berbagai wilayah dunia. Peneliti menelusuri perubahan muka laut sepanjang periode 1900–2005 demi memahami faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan banjir pesisir.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada awal abad ke-20, kenaikan permukaan laut masih sejumlah dipengaruhi oleh variasi iklim alami dan perubahan kondisi geologi, bagaikan penurunan atau kenaikan permukaan tanah.

Namun sejak sekitar tahun 1960-an, kontribusi aktivitas manusia menjadi semakin dominan. Emisi gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak bumi, dan gas alam memicu pemanasan global yang mempercepat pencairan lapisan es serta pemuaian air laut, berakibat permukaan laut terus meningkat.

Lebih dari separuh banjir pesisir berkaitan bersama perubahan iklim

Kesimpulan serupa juga ditemukan dalam penelitian lain yang diterbitkan di jurnal Science Advances. Studi tersebut memperkirakan sekitar 58% hari bersama kejadian banjir pesisir besar selama periode 2000–2018 berkaitan bersama kenaikan muka laut akibat perubahan iklim.

Ben Strauss, ilmuwan dari Climate Central, menegaskan bahwa hampir setiap kejadian banjir pesisir pada saat ini telah dipengaruhi oleh perubahan iklim.

Artinya, meskipun badai atau pasang laut merupakan fenomena alam, perubahan iklim telah meningkatkan tinggi muka laut berakibat banjir menjadi makin mudah terjadi dan dampaknya semakin besar.

Adaptasi dan pengurangan emisi perlu berjalan bersamaan

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *