Media Inggris: Letusan Gunung Anak Krakatau Bikin 270 Ribu Penumpang Pesawat Terlantar

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kelumpuhan penerbangan massal yang menciptakan 270.000 penumpang terlantar akibat penutupan operasional empat bandara utama. Pembatalan makin dari 2.000 penerbangan ini memperpanjang masa penutupan ruang udara hingga Senin pukul 18.00 WIB.

Gelombang calon penumpang yang tidak berhasil terbang terpaksa mengubah rencana perjalanan secara mendadak demi menembus barikade abu vulkanik. Seuntukan masyarakat sekitar bahkan memilih moda transportasi darat demi keluar dari jebakan penundaan jadwal yang tidak tentu.

Kondisi darurat ini tidak cuma memicu antrean panjang pengembalian dana tiket di Bandara Soekarno-Hatta, namun juga menghentikan aktivitas persekolahan secara tatap muka. Jalur pelayaran di sekitar Selat Sunda pun turut merasakan gangguan serius akibat paparan debu tebal.

Finna, seorang penumpang yang sejatinya terbang dari Malang menuju Jakarta pada Minggu pagi, menggambarkan kepanikan massa di area bandara.

“Suasana amat padat lantaran penumpang dari penerbangan pagi telah menumpuk, sementara mereka yang dijadwalkan demi keberangkatan belakangan masih tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujar wanita berusia 46 tahun tersebut, dikutip dari BBC Internasional, Senin (7/9/2026).

“Kami seluruh terpaku pada layar informasi penerbangan.”

Enggan terjebak dalam ketidaktentuan yang berlarut-larut, Finna memutuskan mengalihkan perjalanannya menaiki dua rangkaian kereta api antarkota hingga sampai di Jakarta pada Senin dini hari.

Perjuangan serupa dirasakan para wisatawan mancanegara yang terpaksa membatalkan seluruh agenda agenda kegiatan lapangan mereka.

“Semua orang tampaknya memeras otak [mencari opsi transportasi alternatif],” kata Jo Shaw, seorang pengunjung yang datang bersama badan amal konservasi Save the Rhino International.

“Terjebak di hotel bandara merupakan ketidaknyamanan yang relatif kecil yang mudah-mudahan dapat diberakhirkan dalam sejumlah hari,” tambah Shaw yang makin mengkhawatirkan kondisi tim lapangan di kawasan rawan bencana.

Nasib apes juga menimpa pasangan pengantin baru asal Malaysia yang baru saja menyelesaikan liburan mereka di Bali.

“Apa yang akan kami lakukan di sini selama lima hari lagi? Kami cuma menyiapkan cukup uang demi bulan madu kami dan [sewajibnya] pulang pada hari semasih belumnya,” kata Amir Hamzah kepada kantor berita Malaysia, Bernama.

“Kami pikir kami cuma akan tidur di bandara selama sejumlah jam dan lalu naik penerbangan pagi demi pulang [pada hari Senin]. Kami tidak sempat menyangka akan berakhir terjebak di sini selama berhari-hari,” tutur pria berusia 29 tahun itu.

Semburan abu vulkanik tercatat membumbung tinggi hingga mencapai ketinggian 6.000 meter ke arah Jawa dan 15.000 meter menuju wilayah Sumatra serta Banten.

BMKG memetakan letusan terbaru gunung api di tengah laut tersebut terjadi pada Minggu malam pukul 20.23 WIB. Pemerintah masih belum dapat mengonfirmasi rentang waktu penghentian sementara aktivitas penerbangan komersial di kawasan terdampak.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *