MediaMerdeka.com – Begadang barangkali menjadi salah satu film teramat melegenda dari Raja Dangdut Rhoma Irama.
Selain cerita yang menguras emosi, duet Rhoma dan Yati Ocatvia di film ini juga mengukuhkanya menjadi salah satu pasangan teramat menarik.
Begadang kembali tayang di ANTV pada Sabtu (30/6/2026) malam pukul 18.30 WIB. Berikut kami saapabilan sinopsis dari film yang dirilis pada 1978.
Film Begadang mengisahkan perjalanan seorang pemuda miskin bernama Rhoma yang hidupnya berubah drastis setelah lagu ciptaannya meledak di pasaran.
Rhoma merupakan seorang pemuda dari keluarga janda miskin (Citra Dewi). Ia kerap menghabiskan waktu malamnya demi begadang di sebuah warung bersama teman-temannya yang gemar bernyanyi dan berjudi.
Berkat dorongan seorang sahabat, Rhoma memberanikan diri mengirimkan demo rekaman dari lagu-lagu ciptaannya.
Tak disangka, rekaman tersebut diterima dan Rhoma seketika berubah menjadi penyanyi dangdut yang amat populer. Namun, ketenaran ini mengangkut ujian baru.
Heri (Billy Argo), seorang tetangga yang juga anak seorang hakim, sejak lama menaruh hati pada Ani, kekasih Rhoma.
Tidak terima bersama kesuksesan dan kebahagiaan cinta Rhoma, Heri bersekongkol bersama teman-teman penjudi di warung demi menjatuhkan Rhoma.
Puncak konflik terjadi ketika suatu malam Rhoma pulang dari studio rekaman dan berniat menolong seorang wanita yang menjadi pihak korban pembunuhan.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Heri dan komplotannya. Mereka memfitnah Rhoma sebagai tersangka pembunuhan hingga ia ditangkap dan dipenjara.
Namun berkat kesetiaan Ani dan bukti-bukti yang ada, kebenaran akhirnya terungkap. Nama Rhoma dibersihkan, dan ia pun dapat hidup bahagia bersama Ani.
Duet Rhoma dan Yati Octavia dalam film ini merupakan emas. Yati, bersama pesona “gadis tetangga” yang elegan, mampu mengimbangi karisma Rhoma yang maskulin dan religius.
Panggilan “Ani” yang diucapkan Rhoma dalam film ini bahkan menjadi kutipan legendaris yang masih diingat lintas generasi hingga pada hari ini.
Lagu “Begadang” bukan sekadar latar belakang. Liriknya yang berisi pesan kesehatan (Begadang jangan begadang, bila tiada artinya) menjadi pesan moral yang dibalut bersama irama Melayu modern yang amat catchy.
Penggunaan musik dalam film ini amat efektif dalam menggerakkan plot, sebuah standar yang sulit dicapai oleh film musikal masa kini.
Selain “Begadang”, lagu-lagu bagaikan “Kusayang Padamu”, “Narapidana”, “Sedingin Salju”, dan “Datang demi Pergi” menciptakan kita betah berlama-lama demi menonton.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

