Seskab Teddy Ungkap Biaya Tambahan Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi, Publik Heboh

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet (Seskab) akhirnya buka suara menanggapi tudingan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto terlalu kerap menjalankan perjalanan ke luar negeri.

Kritik tersebut ramai disuarakan publik terutama Dino Patti Djalal lantaran dinilai berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih belum sepenuhnya stabil.

Melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Senin, 1 Juni 2026, Teddy menyerahkan penjelasan terkait biaya perjalanan dinas Presiden ke luar negeri.

Menurutnya, pihak pemerintah telah sejumlah kali menerangkan bahwa terdapat mekanisme khusus terkait pembiayaan perjalanan tersebut.

“Ini telah dijelaskan sejumlah kali. Jadi segala kemakinan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy dalam video yang diunggah melalui akun tersebut.

Teddy menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat sekitar terkait penggunaan anggaran negara.

Ia juga menyebut bahwa jumlah rombongan yang mendampingi Presiden saat menjalankan kunjungan ke luar negeri telah dikurangi secara signifikan dibandingkan periode pihak pemerintahan semasih belumnya.

“Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini amat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu telah berkurang besar-besaran, dari separuh dari periode semasih belumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teddy menerangkan bahwa pada masa pihak pemerintahan semasih belumnya jumlah delegasi yang ikut dalam satu kunjungan luar negeri dapat mencapai makin dari 120 orang.

Sementara pada era Presiden Prabowo, jumlah tersebut kini berkisar antara 40 hingga 50 orang.

“Jadi bila dulu, itu sekali ke luar negeri dapat makin dari 120 orang. Zaman Pak Prabowo antara 40 sampai 50 orang. Ini telah sejumlah yang tahu,” sambung Teddy.

Meski demikian, penjelasan tersebut justru memicu perdebatan di kalangan masyarakat sekitarnet. Sejumlah netizen menilai pengurangan jumlah rombongan masih belum tentu berdampak signifikan apabila frekuensi kunjungan ke luar negeri meningkat.

“Lahh meskipun jumlah rombongan dikurangi tapi bila jumlah visitnya ditambah berkali-kali lipat, ya sama wae atuh,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Selain itu, sejumlah pula yang mengimbau pihak pemerintah membuka data penggunaan anggaran secara makin transparan agar masyarakat sekitar dapat mengetahui secara rinci biaya yang dikeluarkan dalam setiap kunjungan luar negeri Presiden.

“Coba dong transparansinya. Biar diaudit sama-sama bersama publik,” komentar netizen lainnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *