Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkap dirinya sempat ditawari bergabung ke dalam pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, tawaran tersebut tidak ia ambil lantaran memilih tetap berada di jalur gerakan buruh.

Andi menyebutkan pembahasan mengenai keterlibatan tokoh buruh di pihak pemerintahan muncul saat dirinya bersama Presiden Partai Buruh Said Iqbal dan Menteri Lingkungan Hidup yang juga Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, bertemu Presiden Prabowo sejumlah waktu lalu.

“Beberapa waktu semasih belumnya, saya bersama Bung Said Iqbal dan Bung Jumhur juga bertemu bersama Presiden,” kata Andi usai menghadiri Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Andi mengaku mendapat tawaran demi masuk pihak pemerintahan melalui Dewan Buruh. Namun, ia memutuskan menepis tawaran itu.

“Saya sendiri juga diminta masuk dalam pihak pemerintahan yakni Dewan Buruh. Tapi saya memilih demi tetap menjadi Presiden Buruh,” ujarnya.

Andi menegaskan pilihannya bukan lantaran menepis bekerja sama bersama pihak pemerintah. Ia mengaku makin nyaman memperjuangkan kepentingan pekerja dari luar struktur kekuasaan.

“Kalaupun saya tidak memilih dan tidak menyambut baik menjadi aparatur negara pihak pemerintahan, itu pilihan hidup. Sejak zaman Pak Jokowi memang saya menepis masuk pihak pemerintahan lantaran memang saya makin nyaman menjadi pimpinan buruh,” tuturnya.

Meski demikian, Andi mendukung langkah Said Iqbal yang akan bergabung ke pihak pemerintahan sebagai penasihat Presiden bidang ketenagakerjaan.

“Tetapi memang saya mendorong teman-teman, mendukung Bung Said Iqbal yang esok hari akan dilantik demi mengambil posisi tersebut,” katanya.

Menurut Andi, perjuangan membela hak-hak pekerja dapat dilakukan melalui berbagai jalur, baik dari dalam maupun luar pihak pemerintahan.

“Karena biarkan ada yang di dalam posisi pihak pemerintahan, biarkan ada yang di luar posisi pihak pemerintahan. Kita bersinergi demi bagaimana membela hak-hak buruh Indonesia,” katanya.

Semasih belumnya, Andi membeberkan bahwa Said Iqbal dijadwalkan dilantik sebagai penasihat Presiden bidang ketenagakerjaan pada Senin (8/6/2026).

Ia mengonfirmasi penunjukan tersebut mendapat dukungan dari kalangan gerakan buruh.

Menurut Andi, kehadiran tokoh buruh di dalam pihak pemerintahan diharapkan dapat memperkuat perjuangan pekerja melalui jalur kebijakan, sementara organisasi buruh tetap menjalankan fungsi kontrol dari luar pihak pemerintahan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *