Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga ada indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam peristiwa ditemukannya alat pelacak di mobil mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyebut Tiyo diduga memiliki kedekatan bersama jaringan politik tertentu.

Dia menerangkan, mobil Fortuner yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen aparat TNI (Purn) Setyo Sularso. Rahmat menyebut Setyo merupakan besan Jenderal aparat TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

“Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi,” kata Rahmat dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung (18 Juni 2026) bersama sejumlah tokoh bagaikan Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen aparat TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, memperlihatkan adanya jejaring yang patut dicermati,” tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, Rahmat menegaskan bahwa dalam sejumlah aksi kalangan akademisi belakangan ini, perhatian masyarakat sekitar justru tertuju pada isu yang tidak menjadi urgensi utama.

“Kami menepis narasi krisis yang tidak berbasis data utuh lantaran berpotensi mengalihkan fokus publik dari agenda penting, termasuk pemberantasan korupsi berskala besar yang sedang berjalan,” ujar Rahmat.

BEM Bersatu juga menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi kalangan akademisi oleh pihak luar, sebagaimana telah diklarifikasi oleh sejumlah BEM dari berbagai kampus.

Untuk itu, BEM Bersatu menuntut sterilisasi gerakan kalangan akademisi dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

Lebih lanjut, BEM Bersatu juga mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama catatan adanya perbaikan tata kelola agar program tersebut tepat sasaran dan akuntabel. Selain itu, BEM Bersatu mendukung pengusutan tuntas terhadap koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh kalangan akademisi Indonesia demi mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *