MediaMerdeka.com – Aksi tawuran remaja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang berujung penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sukses diungkap aparat kepihak kepolisianan setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Satu orang tersangka telah diamankan, sementara lainnya masih dalam pengejaran.
Aparat Resmob Jatanras Satreskrim Polres Karawang bergerak cepat menjalankan penyelidikan usai menyambut baik laporan dan keresahan masyarakat sekitar terkait aksi kelompok remaja bersenjata tajam di wilayah Klari.
“Menindaklanjuti keresahan masyarakat sekitar terkait video viral aksi kelompok remaja bersenjata tajam di wilayah Klari, petugas langsung menjalankan penyelidikan intensif. Hasilnya, satu orang tersangka sukses kami tangkap,” kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan di Karawang, Selasa.
Pelaku yang diamankan berinisial AHS (21), masyarakat sekitar Dusun Krajan II, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang. Ia ditangkap pada Jumat (12/6) sekitar pukul 14.30 WIB di Kantor Security Mall KCP Karawang.
Dalam pemeriksaan, AHS mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut, termasuk mengangkut senjata tajam jenis celurit saat penyerangan yang dilakukan bersama kelompoknya.
“Saat diinterogasi petugas, AHS mengakui seluruh perbuatannya. Yang bersangkutan juga mengakui dirinya mengangkut celurit saat aksi penyerangan yang dilakukan bersama rekannya yang pada saat ini masih dalam pengejaran,” kata Cep.
Polisi turut mengamankan satu bilah celurit yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan terhadap pihak korban. Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Mapolres Karawang demi pemeriksaan makin lanjut.
Berdasarkan penyelidikan, peristiwa bermula pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 03.30 WIB di depan sebuah warung Madura di Dusun Cirejag, Desa Blendung, Kecamatan Klari. Saat itu dua remaja yang berada di lokasi tiba-tiba menjadi sasaran kelompok bermotor yang diduga hendak menjalankan tawuran.
Kelompok tersebut diduga salah mengenali identitas pihak korban dan mengira keduanya untukan dari kelompok lawan. Situasi pun berubah menjadi penyerangan disertai kekerasan.
“Kedua pihak korban yang tidak mengetahui apa-apa langsung menjadi sasaran intimidasi dan pemukulan. Dalam rekaman CCTV terlihat sejumlah tersangka mengangkut senjata tajam saat menjalankan penyerangan,” kata Cep.
Salah satu pihak korban sempat berusaha menyelamatkan diri bersama masuk ke dalam warung. Pedagang di lokasi bahkan sempat berteriak melarang para tersangka masuk ke dalam warung tersebut.
Namun setelah tidak berhasil mengejar pihak korban, kelompok tersangka lalu mengangkut kabur sepeda motor milik pihak korban semasih belum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi menegaskan masih menjalankan pengembangan demi memburu tersangka lain yang terlibat dalam aksi tawuran yang berujung kriminal tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

