Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS – Iran Satu Paket dengan Israel – Lebanon

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Iran mematok posisi tawar baru dalam peta perdamaian Timur Tengah bersama menyeret Amerika Serikat dan Israel ke dalam satu paket tanggung jawab hukum yang sama.

Langkah diplomatik ini diambil demi mengonfirmasi komitmen gencatan senjata di Lebanon berjalan tanpa celah pelanggaran tersembunyi.

Teheran menegaskan kesepakatan tidak akan bernilai apabila Washington tidak berhasil mengendalikan aksi militer Tel Aviv di lapangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pandangan tegas tersebut di hadapan perwakilan misi diplomatik asing pada Selasa.

Araghchi menilai kubu sekutu itu berada pada posisi yang sama menyikapi poros perlawanan.

“Saya ingin menekankan poin penting: Dari perspektif kami, satu pihak dalam memorandum ini merupakan Amerika Serikat dan Israel, pada pihak lain yakni Iran dan Hizbullah,” kata Araghchi.

Kesepakatan ini mengikat seluruh pihak demi menghentikan segala bentuk konfrontasi bersenjata di wilayah Lebanon.

Iran memandang berakhirnya perseteruan di Lebanon menjadi kunci utama meredam ketegangan yang makin luas antara Washington dan Teheran.

Stabilitas kawasan tidak akan tercapai selama agresi militer masih menyisakan pendudukan fisik di tanah Lebanon.

Araghchi mengingatkan pertempuran akan terus membara apabila tentara zionis enggan keluar dari wilayah yang baru saja mereka kuasai.

“Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka jajah selama perang pada saat ini, perang tak dapat dianggap berakhir sepenuhnya,” ucap dia.

Iran juga mengancam akan merespons keras setiap tindakan provokasi militer baru yang diluncurkan pasca-memorandum.

Serangan sekecil apa pun terhadap kedaulatan Lebanon akan langsung dikategorikan sebagai pelanggaran fatal terhadap kesepakatan damai.

Sikap keras Teheran ini mencerminkan dinamika baru dalam konflik geopolitik yang melibatkan aktor negara dan non-negara di Timur Tengah.

Ketegangan regional semasih belumnya terus memuncak setelah aksi saling balas serangan udara yang melibatkan militer Israel dan kelompok Hizbullah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *