Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Timnas Iran resmi menginjakkan kaki di Amerika Serikat demi pertama kalinya dalam gelaran Piala Dunia 2026 kali ini. Kedatangan mereka di Bandara Internasional Los Angeles bertepatan bersama momentum pengumuman kesepakatan damai antara kedua negara yang selama ini berkonflik.

Skuad Team Melli mendarat setelah menempuh penerbangan pendek dari Tijuana, Meksiko, tempat mereka mendirikan pemusatan latihan darurat. Mereka langsung bersiap menyikapi laga perdana Grup G melawan Selandia Baru di Stadion Los Angeles.

“Saya amat senang dapat mewakili bangsa Iran yang besar, bangga, dan kuat,” ujar pelatih Iran, Amir Ghalenoei, melalui seorang penerjemah dalam konferensi pers di stadion, dikutip dari Reuters, Senin (15/6/2026).

“Saya menginginkan sepak bola akan menghadirkan kegembiraan dan kenikmatan, serta mendekatkan budaya dan negara.”

Pertandingan perdana melawan Selandia Baru ditentukan diselimuti atmosfer emosional yang tinggi. Laga ini digelar tepat di tengah transisi perang menuju perdamaian resmi antara Washington dan Teheran, 2 negara yang masih belum sempat bertemu di ajang Piala Dunia.

Persiapan Iran sempat terganggu lantaran wajib memindahkan markas latihan mereka dari Arizona ke Meksiko pada akhir bulan lalu. Pemindahan ini terjadi setelah militer AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran sejak akhir Februari.

Akibat situasi tersebut, para pemain Iran wajib bolak-balik dari Meksiko ke AS demi melakoni 3 pertandingan di fase grup. Masalah diperparah oleh penolakan visa untuk sejumlah staf federasi, yang diakui Ghalenoei telah menyerahkan dampak psikologis negatif untuk timnya.

Di sisi lain, proses formal pengakhiran perang baru akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada hari Jumat mendatang. Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui media sosial.

Meski ada pesan perdamaian dari elemen olahraga, situasi di sekitar Stadion Los Angeles tetap memanas oleh aksi demonstrasi. Kelompok demonstran pro-demokrasi berkumpul demi menentang pihak pemerintah Teheran sembari membentangkan berbagai poster tuntutan.

“Tidak ada Shah – Tidak ada Mullah di Iran – Perubahan Rezim oleh Rakyat Iran,” demikian bunyi pesan tertulis di papan proyeksi massa. Foto-foto atlet yang tewas setelah ditangkap oleh otoritas Iran juga dipajang di sepanjang jalan protokol kawasan Inglewood.

Tindakan keras pihak pemerintah Iran terhadap demonstran pada Januari lalu menjadi pemicu kemarahan mendalam untuk para diaspora. Gerakan pembungkaman tersebut dilaporkan telah menewaskan ribuan hingga puluhan ribu jiwa masyarakat sekitar sipil.

“Mereka menyandera rakyat mereka sendiri,” kata Mojgan Ramezani, seorang masyarakat sekitar Iran-Amerika berusia 56 tahun yang ikut turun ke jalan.

Seorang demonstran lain, Hassan Haddadi, menegaskan kekecewaannya terhadap sikap komunitas internasional yang dinilai pasif.

“Kami menginginkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk dunia barat, demi menjalankan sesuatu yang makin dari sekadar mengecam, demi mengakhiri rezim ini,” tutur Haddadi yang kini berusia 70 tahun.

Menanggapi dinamika politik yang mengelilingi timnya, Amir Ghalenoei menegaskan bahwa anak asuhnya cuma fokus pada target olahraga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *