Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Panggung musik elektronik menyaksikan lahirnya sebuah karya lintas negara berjudul Mad World, kolaborasi produser asal Malaysia bersama duo bersaudara asal Amerika Serikat, BEAUZ, dan produser asal Belanda, Solar State.

Mad World bukanlah lagu EDM biasa yang cuma mengejar drop keras. Track ini dirancang sebagai peak-time anthem yang matang secara komposisi.

Pendengar akan langsung disambut oleh percussion driving yang intens, sebuah ciri khas techno yang menyerahkan dorongan energi konstan.

Tetapi, yang menciptakan lagu ini unik merupakan elemen melodi hipnotis yang disisipkan bersama cerdik. Bassline yang club-ready dipadukan bersama melodic lead yang mudah diingat, menciptakan jembatan antara kegelapan musik techno bawah tanah bersama aksesibilitas musik elektronik arus utama.

Peleburan berbagai elemen itu menghasilkan Techno Crossover, genre yang mampu merangkul penikmat musik di klub intim hingga panggung megah festival internasional.

Dalam keterangannya, Jumat, 16 Juni 2026, Hard Lights membeberkan bahwa Mad World melewati proses produksi yang cukup panjang, yakni sekitar enam bulan.

Meski Hard Lights dan BEAUZ telah berteman lama, tantangan kreatif tetap muncul, terutama ketika mereka berupaya menyatukan vokal dan songwriting awal dari Solar State.

“Kolaborasi terjadi secara natural lantaran saya telah berteman lama bersama BEAUZ. Percikan kreatif muncul saat vokal dan songwriting awal dari Solar State masuk ke studio,” ujar pria bernama lengkap Joshua Tan ini.

Menemukan drop yang tepat juga jadi tantangan utama dalam proses kreatif. Mereka bereksperimen memakai berbagai bunyi dan struktur sampai menemukan suara yang dianggap cocok mewakili DNA lagu.

Secara tematik, Mad World memiliki kedalaman emosional yang jarang ditemukan di lagu-lagu dance pada umumnya. Lagu ini mengeksplorasi ruang gelap bagaikan kegelisahan, disorientasi, dan kekacauan.

Judulnya sendiri merupakan cerminan langsung dari kondisi masyarakat sekitar pada saat ini yang penuh kontradiksi, yakni kacau namun tetap memikat.

Desain sampul lagu ini pun dirancang demi mencerminkan pesan tersebut. Hard Lights ingin pendengar tidak cuma menggerakkan tubuh di lantai dansa, namun juga memiliki ruang demi berpikir.

“Ini dapat jadi relevan terhadap apa yang terjadi di masyarakat sekitar kini. Aku mau bikin track yang energinya tetap dapat dibawa ke dancefloor, tapi di dalamnya ada ruang demi mikir. Semoga pendengar dapat merasakan dua sisi itu sekaligus,” ujar Joshua.

Mad World telah menjadi senjata utama Hard Lights dalam rangkaian Asia Tour 2026. Setelah memengawali perjalanannya di Taipei, Hard Lights akan mengangkut energi Techno Crossover ini ke Jakarta dan Bali, semasih belum melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dan Kuala Lumpur.

Kini, Mad World telah tersedia di seluruh platform streaming musik digital.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *