Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim kuat saat menyampaikan pidato ilmiah dalam kuliah umum di hadapan civitas akademika Nankai University, Tianjin, China.

Menkeu Purbaya mengklaim mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat ini dalam kondisi prima, ditopang oleh pengelolaan fiskal yang sehat, prudent, dan terjaga, bersama defisit anggaran yang konsisten berada di bawah amanat undang-undang sebesar 3 persen.

“Kehormatan besar untuk saya demi berada di Nankai University. Hari ini, bersama sukacita saya memuntukkan perspektif Indonesia mengenai kebijakan ekonomi, manajemen fiskal, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. Saya menginginkan dialog ini memperkuat pertukaran akademik, memperdalam pemahaman bersama, dan semakin meningkatkan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok,” katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (21/6/2026).

Bendahara Negara menerangkan bahwa di tengah situasi pasar global yang mengawali stabil, seiring bersama meredanya indikator volatilitas dan membaiknya sentimen risiko, perekonomian domestik Indonesia justru tampil menonjol.

Hal ini dibuktikan bersama realisasi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2026 yang menembus angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year).

Menurutnya, angka ini menempatkan performa Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 dan kawasan ASEAN. Kinerja impresif ini didukung oleh stabilitas harga yang amat terjaga di dalam negeri.

Per Mei 2026, tingkat inflasi tercatat berada di level yang terkendali bersama persentse 3,08 persen. Ia menilai kombinasi pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali, semakin mempertebal kepercayaan pasar global terhadap kredibilitas manajemen makroekonomi Indonesia.

“Indonesia terus tampil menonjol bersama pertumbuhan PDB Kuartal I-2026 sebesar 5,61% yoy, mengungguli sejumlah negara ekonomi G20 dan ASEAN. Di saat yang sama, kami mempertahankan stabilitas harga bersama inflasi Mei 2026 sebesar 3,08%. Perkembangan ini membuktikan bahwa Indonesia memasuki periode ini bersama pertumbuhan yang kuat, inflasi terkendali, dan ketahanan kebijakan yang kredibel,” papar dia.

Purbaya menerangkan bahwa posisi Indonesia amat diuntungkan dalam menyikapi risiko gangguan energi global. Berdasarkan analisis risiko, posisi Indonesia berada pada kuadran eksposur rendah bersama penahan (buffer) yang kuat.

Penilaian skor ketahanan energi global bahkan menempatkan Indonesia di angka 77 persen, berada di atas China yang mencatatkan skor 76 persen, dan cuma selisih tipis di bawah Afrika Selatan (79 persen).

Ia menyebut ketangguhan ini tidak lepas dari bauran kebijakan fiskal yang sehat dan hati-hati. Defisit yang dijaga ketat di bawah 3 persen menyerahkan ruang yang memadai untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi berfungsi optimal sebagai shock absorber dalam meredam gejolak eksternal tanpa mengorbankan stabilitas makro.

Menkeu menegaskan, seluruh indikator utama memperlihatkan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia kian bertenaga dan bergerak secara inklusif.

Geliat ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang berada di level ekspansif 50,0, pertumbuhan likuiditas perekonomian (M0) sebesar 14,8% yoy, serta pertumbuhan kredit perbankan yang melesat hingga 11,5% yoy.

Selain itu, eksternalitas Indonesia diperkuat oleh catatan surplus neraca perdagangan yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut, diiringi cadangan devisa yang gemuk sebesar USD 144,9 miliar (setara 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pihak pemerintah).

Paparan lain, terjadinya penciptaan lapangan kerja baru untuk sekitar 1,9 juta orang sukses menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), turun menjadi 4,68 persen pada tahun 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *