UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Indonesia bersama Korea Selatan mengawali kolaborasi demi menjalankan transformasi digital pada UMKM di dalam negeri. Salah satunya akan mengajarkan UMKM dalam negeri mengenal konsep Smart Factory.

Adapun, bersama konsep itu produksi para UMKM akan memakai teknologi digital hingga kecerdasan buatan atau AI. Sehingga, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing tersangka usaha.

Kolabioasi tersebut kembali ditegaskan dalam Seminar Kerja Sama Perusahaan Smart Factory Korea-Indonesia ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Kampus BINUS Alam Sutera, Kamis (18/6)

Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi INNOBIZ Korea Selatan tersebut menjadi ajang beruntuk hasil program Official Development Assistance (ODA) bertajuk “Penerapan Smart Factory dan Pengembangan Tenaga Ahli demi Transformasi Industri Indonesia” yang telah berjalan sejak 2023.

Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri Triana Krisandini Tanjung menegaskan transformasi digital tidak lagi sekadar penggunaan teknologi, melainkan strategi menyeluruh demi memperkuat daya saing usaha.

“Sejalan bersama semangat ‘Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory’, transformasi digital wajib dipahami sebagai strategi menyeluruh demi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026)l..

Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai strategi pembangunan Smart Factory berbasis pengelolaan data, integrasi Lean Management bersama Smart Factory, hingga berbagai studi kasus korporasi yang sukses menerapkan sistem tersebut.

Sejumlah korporasi yang menjadi penerima manfaat program bagaikan PT Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT Adyawinsa Electrical and Power turut memuntukkan pengalaman mereka dalam mengadopsi Smart Factory demi meningkatkan efisiensi proses produksi.

Digital Transformation Headquarter INNOBIZ, Kang Jang Hyung menyebutkan program kerja sama tersebut telah menghasilkan berbagai pengalaman dan pembelajaran selama empat tahun terakhir.

“Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna demi beruntuk capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir. Ke depan, kami akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar tersangka usaha antara Korea dan Indonesia bersama berpusat pada Smart Factory Training Center,” kata Kang Jang Hyung.

Saat ini, Asosiasi INNOBIZ bekerja sama bersama Keaparatur negara kementerianan UMKM, Keaparatur negara kementerianan Koperasi, dan Universitas BINUS dalam mengoperasikan Smart Factory Training Center, pengembangan tenaga profesional, serta peningkatan proses manufaktur korporasi.

Tidak cuma itu, sepanjang 2026 asosiasi tersebut juga menjalankan program peningkatan proses manufaktur berbasis Smart Factory pada 12 korporasi manufaktur di Indonesia.

Program tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital industri nasional, khususnya untuk UMKM dan manufaktur yang ingin meningkatkan produktivitas dan efisiensi agar makin kompetitif di tengah persaingan global.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *