4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, membeberkan terdapat empat korporasi yang berpotensi menjalankan pemutusan hubungan kerja (PHK). Setidaknya puluhan ribu pekerja akan terdampak dari PHK tersebut.

Menurut Said Iqbal, potensi PHK ini santer terjadi lantaran pelemahan daya beli masyarakat sekitar hingga gangguan produksi akibat situasi global

“Jadi perang ini memang memukul daya beli masyarakat sekitar dan memukul produksi dari korporasi-korporasi. Ada 4 korporasi yang saya temukan dalam kunjungan langsung ke korporasi tersebut yang berpotensi merasakan PHK,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

PT Pakerin

Dalam paparannya, Said menyebut korporasi pertama yang akan menjalankan PHK yakni PT Pakerin, produsen kertas industri di Mojokerto, Jawa Timur. Ia menyaksikan,kitar 80 persen operasional pabrik telah berhenti berakibat 2.500 pekerja terancam kehilangan pekerjaan

“Ditemukan ada potensi ancaman, saya ulangi, ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di PHK,” ujarnya.

Selain itu, Said Iqbal juga menemukan potensi PHK di PT Pengtai, produsen sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sesejumlah 4.000 pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan berisiko terkena PHK.

“Ada potensi ancaman PHK 4.000 pegawai. Baru potensi ya, ancaman PHK 4.000 pegawai,” katanya.

Ia menerangkan, salah satu penyebab utama terganggunya operasional PT Pakerin diduga lantaran modal kerja korporasi yang tersimpan di Bank Prima ikut terdampak setelah bank tersebut dilikuidasi dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait.

Akibatnya, produksi korporasi tidak dapat berjalan normal berakibat ribuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan.

PT Feng Tay

Said Iqbal juga menemukan potensi PHK di PT Feng Tay, produsen sepatu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sesejumlah 4.000 pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan berisiko terkena PHK.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga terkait berakhirnya pesanan produksi sepatu Nike atau keterlambatan pasokan bahan baku akibat situasi geopolitik global.

Perusahaan Otomotif Mojokerto

Kemudian, dua korporasi komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto juga disebut berpotensi menjalankan PHK terhadap ribuan pekerja.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *