MediaMerdeka.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menilai industri kopi nasional dapat menciptakan cuan negara. Bahkan, nilai ekonomi industri kopi dapat mencapai 12,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Namun, Perry menyaksikan, potensi itu wajib diimbangi bersama barista yang berkualitas dan dapat bersaing di global.
“Kopi Indonesia luar biasa potensinya demi menembus pasar global. Para petani kopi yang kita didik juara Atlanta berapa kali, di London berapa kali, di Boston ada,” ujar Perry dalam acara Kick-Off Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu, dikutip Senin (22/6/2026).
Selain itu, jumlah gerai kopi di dalam negeri juga terus bertumbuh bersama laju sekitar 23,9 persen per tahun.
“Nah mari kita angkat impact-nya lantaran potensinya merupakan 12,5 miliar dolar Amerika Serikat demi pendapatannya. Lah 12,5 miliar dolar lho, bukan rupiah lho, dolar lho. Itu dari barista kopi lho, 12,5 miliar kita peroleh gerainya berapa pertumbuhannya? 23,9 persen per tahun gerai kopi,” jelasnya.
Menurut dia, Indonesia memiliki sekitar 923 ribu barista. Namun, cuma sekitar 100 orang yang telah mengantongi sertifikasi internasional.
“Tapi sedih. Dari jumlah barista tersertifikasi internasional itu masih amat terbatas. Akeh sing bikin kopi tapi tidak sertifikasi internasional. Sekarang itu ada 923 ribu barista, 923 ribu barista. Berapa yang sertifikasi internasional? Mung cepek (cuma seratus),” katanya.
Karena itu, BI meluncurkan Program Cangkir Barista sebagai untukan dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu. Melalui program tersebut, BI menargetkan lahirnya 400 barista bersertifikasi internasional setiap tahun.
“Oleh lantaran itu, lah ini kenapa wajib masal sertifikasi internasionalnya melalui program ini ya. Setiap tahun kita akan targetkan 400 barista yang tersertifikasi internasional. Empat kali lipat dari yang telah ada,” ucap Perry.
Ia menerangkan peserta program akan mengikuti pelatihan kewirausahaan dan kompetensi teknis selama sekitar 2,5 bulan. Setelah itu, peserta akan menjalani magang atau praktik langsung semasih belum memperoleh sertifikasi dan kesempatan membangun usaha secara mandiri.
Selain meningkatkan kualitas barista, Perry menginginkan program tersebut dapat menolong petani kopi memperoleh manfaat ekonomi yang makin besar.
Ia mengimbau para peserta yang nantinya sukses membangun usaha kopi demi turut membina petani dalam meningkatkan kualitas hasil panen.
“Nah bila telah sukses cuma kita minta satu: carilah produksi kopi dari petani yang terbagus dan didiklah petani itu. Cara milih buahnya, cara mengeringkannya, cara lalu memilah-milah kualitasnya lantaran Anda seluruhnya nanti akan dapat bahan baku yang berkualitas berakibat dari hilir ke hulu,” pungkas Perry.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

