Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pyongyang mengambil langkah agresif demi mempercepat penumpukan kekuatan militer di kawasan Semenanjung Korea. Strategi ini diambil demi membendung manuver pertahanan modern yang gencar dilakukan oleh musuh bebuyutannya, Korea Selatan.

Langkah taktis tersebut diputuskan langsung dalam rapat pleno komite sentral partai yang berlangsung selama 3 hari. Kim Jong Un menegaskan posisi negaranya tidak akan mundur dalam persaingan persenjataan global.

Ketegangan regional ditentukan meningkat seiring penolakan Pyongyang terhadap seluruh bentuk negosiasi pelucutan unit pemusnah massal. Negara ini memilih menutup pintu diplomasi demi mempertahankan kedaulatan dari ancaman luar.

Dalam pertemuan penting tersebut, media resmi pihak pemerintah merilis pernyataan tegas terkait penguatan sistem pertahanan domestik. Kebijakan ini diambil secara bulat oleh para petinggi militer jajaran atas.

“Kim Jong Un dalam pidato penutupnya menegaskan kembali pendirian kebijakan yang teguh dari Partai dan negara kita demi memperkuat kemampuan pertahanan nasional bersama makin cepat,” lapor Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kim Jong Un menyoroti pergerakan masif Washington dan Seoul yang dinilai semakin transparan dalam memperkuat armada tempur. Hal ini memicu kekhawatiran serius terhadap keseimbangan kekuatan militer di Asia Timur.

Pihak Korut mengklaim bahwa aliansi strategis tersebut sedang mengupayakan kepemilikan alutsista bawah air berkekuatan fatal. Rencana pengadaan kapal selam itu dipandang sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan Pyongyang.

“AS dan Korea Selatan terus mendorong kepemilikan kapal selam nuklir oleh Korea Selatan sambil semakin terang-terangan dalam langkah-langkah mereka menuju penguatan dan modernisasi angkatan bersenjata di kawasan ini,” ujar Kim Jong Un.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Korut merasa tidak memiliki pilihan lain selain memperkuat tameng pertahannya. Akselerasi pengembangan senjata menjadi prioritas mutlak yang tidak dapat ditunda lagi.

Maka dari itu, penguatan deterrence atau daya getar mandiri dianggap sebagai jalan tunggal demi menjaga kedamaian domestik. Sikap defensif ini didorong oleh persepsi ancaman nyata dari aktivitas militer gabungan di perbatasan.

“Memperluas dan memperkuat makin lanjut kekuatan pencegah yang ampuh dan benar-benar dapat diandalkan demi membela diri,” tegas Kim Jong Un di akhir pidatonya.

Forum pleno tertinggi menyepakati bahwa kepemilikan bom atom merupakan keputusan teramat tepat pada saat ini. Opsi tersebut menjadi instrumen utama demi menavigasi dinamika politik global yang sulit diprediksi.

Status kepemilikan senjata pemusnah ini diklaim bersifat permanen dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun. Keputusan ini mengunci rapat peluang denuklirisasi yang sempat diwacanakan sejumlah tahun lalu.

Adik wanita Kim Jong Un, Kim Yo Jong, turut mempertegas posisi tawar negaranya yang amat radikal tersebut. Ia menegaskan bahwa doktrin pertahanan berbasis nuklir ini merupakan harga mati yang tidak memiliki jalan kembali.

Selain fokus pada sektor pertahanan, rezim ini juga mengawali membenahi ketahanan ekonomi domestik secara menyeluruh. Pemerintah meluncurkan rencana besar demi meremajakan total kawasan pertambangan batubara di seluruh negeri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *