6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang ‘Pelicin’ dalam Demo Mahasiswa

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Dunia pergerakan kalangan akademisi di ibu kota tengah diguncang skandal panas terkait dugaan pengondisian unjuk rasa. Skandal yang menyeret nama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin alias Abdi, kini menggelinding menjadi bola salju di kancah nasional.

Pihak rektorat bertindak tegas bersama membekukan posisi jabatan struktural yang bersangkutan demi mempermudah jalannya penyelidikan oleh Komisi Etik kampus. Berikut merupakan enam fakta krusial yang merangkum dinamika kasus dugaan suap demonstrasi tersebut:

1. Berawal dari Unjuk Rasa Aliansi BEM UBK

Pangkal dari persoalan ini bermula dari aksi demonstrasi yang digalang oleh aliansi BEM dari sejumlah fakultas di lingkungan UBK di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026).

Dalam aksi massa tersebut, para kalangan akademisi mengangkut enam poin tuntutan kajian nasional, di antaranya merupakan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, peninjauan ulang UU Kepihak kepolisianan, serta stabilitas ekonomi dan harga BBM.

2. Pengakuan Mahasiswa Dapat Uang

Investigasi internal kampus mengonfirmasi adanya aliran dana segar yang masuk ke tangan oknum pimpinan kalangan akademisi. Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, membeberkan bahwa Abdi secara resmi telah mengakui menyambut baik uang tunai sebesar Rp20 juta.

Penyerahan dana tersebut terjadi pada Senin dini hari, sesaat semasih belum massa bergerak ke lapangan demi melaksanakan aksi unjuk rasa.

Hal ini juga diperkuat bersama pengakuan dari kalangan akademisi terkait yang mengaku menyambut baik sejumlah jutaan rupiah usai menjalankan demo.

3. Skenario Pengalihan Rute Gerakan ke Gedung DPR RI

Uang puluhan juta rupiah tersebut diduga kuat diberikan sebagai mahar politik bersama instruksi khusus. Berdasarkan pengakuan yang dihimpun pihak rektorat, pemberi dana menyerahkan catatan agar para kalangan akademisi membatalkan rencana demonstrasi di kawasan Istana Kekepala negaraan.

Massa aksi disarankan demi memindahkan titik konsentrasi dan penyampaian aspirasi mereka menuju Gedung DPR RI.

4. Mengaku Adanya Keterlibatan Oknum Aparat

Kronologi pengondisian rute ini perlahan menyingkap jejaring aktor di belakang layar. Dari hasil klarifikasi internal, dana tersebut tidak diserahkan langsung oleh penyandang dana utama, melainkan didistribusikan secara berantai.

Berdasarkan pengakuan pihak terkait, uang Rp20 juta itu mendarat ke tangan Ketua BEM FH melalui perantara seorang oknum senior alumni FH UBK, yang bersumber dari oknum aparat kepihak kepolisianan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *