MediaMerdeka.com – PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa tekanan pasar modal domestik yang bersumber dari sentimen indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) diperkirakan telah melewati fase puncaknya menjelang semester II-2026.
Kendati demikian, para tersangka pasar diimbau demi tidak mengabaikan sejumlah risiko struktural yang masih membayangi status keanggotaan Indonesia di dalam indeks tersebut.
Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, Tae Yong Shim, menerangkan bahwa meskipun koreksi tajam akibat isu MSCI telah mereda dan menciptakan valuasi pasar saham Indonesia kembali menarik sebagai titik masuk (entry point), pemulihan penuh masih tersendera oleh evaluasi berkala bursa global.
“Kami memperkirakan tekanan terbesar dari isu MSCI kebarangkalian telah berlalu, meskipun ketidaktentuan terkait daya tarik, free float, transparansi, dan risiko downgrade ke frontier market masih menjadi faktor yang perlu terus dicermati investor,” ujar Tae Yong Shim dalam acara Media Connect di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Faktor-faktor regulasi eksternal tersebut menjadi krusial lantaran berkaitan langsung bersama kenyamanan investor asing dalam menempatkan dana.
Jika aspek transparansi dan porsi saham publik (free float) emiten dalam negeri dinilai menurun oleh komite MSCI, risiko penurunan kelas (downgrade) dari kelompok Emerging Market menuju Frontier Market dapat memicu arus keluar modal asing yang makin masif.
Upaya pemulihan pasar pasca-tekanan sentimen indeks global tersebut kian menantang akibat adanya dilema kebijakan moneter di dalam negeri.
Bank Indonesia (BI) diketahui telah mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 100 basis poin sejak Maret hingga Juni 2026 ke level 5,75% demi menyelamatkan nilai tukar rupiah dan menarik kembali minat investor portofolio global.
Namun, kebijakan pengetatan yang mirip bersama kondisi makro tahun 2018 ini memicu konsekuensi lain berupa terbatasnya ruang pertumbuhan ekonomi.
Siklus suku bunga tinggi ini dinilai Samuel Sekuritas menjadi sentimen kurang ideal untuk penguatan bursa saham lantaran turut menekan kinerja fundamental emiten penopang indeks, salah satunya sektor perbankan yang mengawali menyikapi kenaikan biaya dana (cost of funds).
Oleh dikarenakan itu, di tengah sentimen MSCI yang mengawali melandai namun masih menyisakan ketidaktentuan tata kelola domestik serta makro yang ketat, Samuel Sekuritas merekomendasikan para tersangka pasar demi menerapkan pendekatan investasi defensif ketimbang strategi yang terlalu agresif pada paruh kedua pada tahun ini.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

