Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minta seluruh aktivis Global Sumud Flotilla – termasuk 9 WNI – dilepaskan bersama cara dideportasi. Hal itu dilakukan setelah kebijakan penahanan aktivis kemanusiaan Gaza oleh otoritas Israel memicu gelombang kecaman internasional yang meluas.

Penolakan global ini memuncak setelah beredarnya video perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan tersebut di media sosial.

Aksi arogan ini tidak cuma memantik kemarahan dunia, namun juga memperlebar keretakan politik di dalam internal pihak pemerintahan Israel sendiri. Sejumlah aparatur negara kementerian senior kini saling serang secara terbuka akibat penyebaran dokumentasi penangkapan tersebut.

Krisis diplomatik baru ini memperlihatkan rapuhnya konsensus moral di lingkaran elite kekuasaan Tel Aviv. Di tengah tekanan luar negeri, ego politik sektoral justru mengorbankan reputasi internasional negara.

Dikutip dari DW Jerman, Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, memicu kontroversi bersama mengunggah video para aktivis yang tertangkap. Dalam video tersebut, para relawan dipaksa berlutut bersama tangan terikat di punggung dan dahi menempel ke lantai.

Melalui akun X pribadinya, Ben Gvir menuliskan narasi provokatif yang menyudutkan para relawan kemanusiaan. Ia menegaskan, “Begitulah cara kami menyambut para pendukung terorisme. Selamat datang di Israel,” sembari memamerkan bendera Israel di atas kapal militer.

Tindakan sepihak Ben Gvir langsung mendapat respons negatif dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Netanyahu menilai publikasi tersebut amat merugikan posisi diplomasi pertahanan Israel di mata publik global.

Meskipun Netanyahu menegaskan Israel berhak menghentikan “armada provokatif dari para pendukung teroris Hamas,” ia mengkritik keras cara Ben Gvir. Menurutnya, perlakuan yang dipertontonkan sang aparatur negara kementerian “tidak sejalan bersama nilai dan norma Israel.”

Guna meredam gejolak yang semakin membesar, Netanyahu langsung mengambil langkah tegas. “Saya telah menginstruksikan otoritas terkait demi mendeportasi para provokator sedalam waktu dekat barangkali,” ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya.

Langkah menjaga jarak juga diambil oleh Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang mengecam Ben Gvir secara terbuka. Saar menilai tindakan tersebut murni demi kepentingan politik pencitraan personal yang merusak tatanan negara.

Melalui media sosial, Saar menyerang Ben Gvir bersama kalimat yang amat menohok. “Anda bersama sengaja menyebabkan kerugian untuk negara kita bersama tampilan yang memalukan ini — dan ini bukan yang pertama kalinya,” tulis Saar seraya menegaskan bahwa Ben Gvir “bukanlah wajah Israel.”

Di sisi lain, lembaga hukum Adalah mengonfirmasi bahwa 430 aktivis dari kapal bantuan yang dicegat telah dipindahkan ke kapal Israel. Organisasi hak asasi manusia ini terus berupaya menyerahkan pendampingan hukum darurat untuk para tahanan.

Pihak Adalah menegaskan para relawan telah ditahan di pelabuhan Ashdod dan dibawa ke Israel secara paksa. Kuasa hukum dari lembaga tersebut pada saat ini tengah berusaha keras masuk demi menjalankan konsultasi hukum.

Panitia penyelenggara armada bantuan menegaskan para aktivis rencananya akan dipindahkan ke penjara Ketziot di Gurun Negev. Lokasi penahanan yang terisolasi ini dinilai mempersulit akses komunikasi bersama dunia luar.

Kondisi ini menciptakan pengacara dari Adalah tidak dapat menemui para aktivis dalam waktu dekat. Pertemuan hukum baru dapat dilakukan setelah para relawan tersebut tiba di fasilitas penjara Ketziot.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *