Buntut 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Latihan Militer di Program SPPI

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi latihan bersama senjata ataupun taktik militer dalam pelatihan terhadap Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) demi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyebutkan bahwa hal itu merupakan hasil evaluasi setelah adanya lima peserta SPPI yang meninggal dunia. Kini, kata dia, pelatihan terhadap SPPI KDKMP telah amat berbeda dibanding yang semasih belumnya.

Kami telah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami telah tetapkan bahwa mereka cuma diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara,” kata Donny usai rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut dia, kini para peserta cuma diberikan pelajaran terkait bersama nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan.

Dia menyebutkan pelatihan kedisiplinan yang dimaksud merupakan para peserta perlu disiplin dalam mengikuti jadwal harian.

Pada intinya, dia menyebutkan pelatihan yang diberikan juga merupakan soal kepemimpinan agar para calon manajer koperasi itu mempunyai bekal. Pasalnya, seorang manajer nantinya memiliki sejumlah staf yang akan dipimpin.

“Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Dia pun menerangkan bahwa lima peserta SPPI yang meninggal itu memiliki penyebab yang berbeda-beda, mengawali dari kelelahan lantaran perubahan pola hidup, cuaca, penyakit bawaan.

Meski begitu, dia mengonfirmasi bahwa sejumlah juga peserta lainnya yang kondisi kesehatannya baik.

“Mungkin ada kasus-kasus tertentu ya, kejadian yang tadi itu barangkali cuaca dan sebagainya, berakibat menyebabkan dari kondisi yang telah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia,” katanya.

Atas kejadian itu, Kemenhan pun menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga pihak korban.

Dia mengonfirmasi bahwa Kemenhan tidak mengharapkan hal tersebut terjadi, dan akan menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran agar tidak terjadi di lalu hari.

“Kami juga telah menyerahkan santunan ataupun perawatan dukungan pertama pemulangan jenazah, pemakaman, juga santunan yang diberikan dari Keaparatur negara kementerianan Pertahanan dan juga kami menolong demi pengurusan proses santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang masih dalam proses,” katanya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *