Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gaji PNS akan dipotong atau minimal terlabat lantaran Blokade Selat Hormuz. Blokade memicu krisis kas parah di Irak hingga mengancam pembayaran gaji jutaan pegawai negeri sipil atau PNS. Pemerintah Baghdad kini kehadapatn dana segar akibat penurunan drastis volume ekspor minyak mentah.

Ketergantungan ekstrem pada jalur pelayaran tunggal melumpuhkan urat nadi perekonomian Irak secara mendadak. Dampak perang Iran kini merambat langsung ke kantong para pekerja publik di kota-kota besar bagaikan Mosul.

Penundaan gaji bulanan memaksa masyarakat sekitar mengurangi pengeluaran harian demi bertahan menyikapi ketidaktentuan ekonomi. Krisis finansial ini menelanjangi rapuhnya struktur anggaran negara yang terlalu bertumpu pada pendapatan minyak.

Seorang guru asal Mosul bernama Mahmoud Waleed mengaku gajinya terus terlambat cair selama tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut menciptakannya cemas lantaran cicilan kewajiban finansial dan biaya hidup pokok terus menumpuk.

“Keterlambatan ini amat memengaruhi Anda,” kata masyarakat sekitar lokal Mosul itu kepada DW.

“Seperti kesejumlahan orang, kami memiliki kewajiban finansial serta biaya hidup mendasar. Kami makin yakin wajib mengurangi pengeluaran dan menyisihkan dana darurat — cuma sampai situasi kembali normal. Ini menciptakan Anda amat cemas dan takut.”

Mengapa Irak Kehadapatn Kas demi Menggaji Pegawai?

Tenaga medis di Mosul bernama Ahmed mengeluhkan pencairan gaji bulanan yang terulur hingga makin dari sepuluh hari. Pihak Keaparatur negara kementerianan Kesehatan beralasan bahwa arus kas negara sedang tidak mencukupi demi memenuhi pembayaran tepat waktu.

“Masa depan terlihat makin tidak tentu,” tambah Ahmed, seorang dokter dari kota yang sama yang tidak ingin menyerahkan nama lengkapnya kepada DW lantaran alasan pribadi.

“Bulan ini, gaji kami tertunda makin dari 10 hari. Menteri Kesehatan menerangkan negara tidak memiliki arus kas yang cukup dan itulah alasan penundaan tersebut. Namun kami tidak tahu berapa lama penundaan berikutnya.”

Aksi demonstrasi berskala kecil mengawali bermunculan pada awal Agustus sebagai bentuk protes atas keterlambatan honor. Gelombang unjuk rasa tersebut digerakkan oleh staf universitas serta para pekerja Keaparatur negara kementerianan Listrik di berbagai daerah.

Sekitar 85 hingga 90 persen anggaran nasional Irak menggantungkan nasibnya pada hasil penjualan minyak bumi. Di saat bersamaan, dua pertiga dari 30 juta penduduk usia kerja menggantungkan hidup pada sektor publik.

Pemerintah Irak membutuhkan dana sebesar 6,5 miliar hingga 8,2 miliar dolar AS setiap bulan demi gaji dan tunjangan. Angka fantastis tersebut dialokasikan secara rutin demi membiayai belanja gaji pegawai, pensiun, dan jaminan sosial.

Seberapa Parah Blokade Selat Hormuz Memukul Ekspor Minyak?

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak akhir Februari melumpuhkan hampir seluruh rute ekspor utama minyak Irak. Tindakan balasan usai pengeboman oleh Israel dan Amerika Serikat itu memotong 80 hingga 90 persen jalur pengiriman kapal.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *