Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua orang yang diduga sebagai tersangka penistaan agama saat Festival Musik “The Sounds Project” di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8).

“Kami mengamankan dua orang yakni wanita berinisial R dan seorang pria berinisial E,” kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Saat ini keduanya telah berada di Mapolrestro Jakarta Utara dan akan dilakukan gelar perkara. “Malam ini atau esok hari telah ada peningkatan status menjadi proses sidik,” kata dia.

Setelah kasus dugaan penistaan agama yang terjadi di kawasan Ancol,Jakarta Utara pada Minggu (9/8) dan viral pada Senin (10/8), pihaknya menginginkan ada pihak yang menginformasikan kasus dugaan penistaan tersebut.

Akhirnya, MUI Kecamatan Pademangan melapor pada Senin (10/8) dan berdasarkan laporan tersebut dituangkan dalam laporan pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, pihaknya menjalankan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti autentik aksi penistaan tersebut.

“Kami telah memeriksa enam orang saksi dalam kasus ini dan seluruh masih berproses,” kata Oki.

Diketahui, aksi tantangan hafalan Surat Ad-Dhuha berhadiah minuman keras kepada penonton konser The Sound Project viral di sosial media.

Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram Ustaz Dr. Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang wanita mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras.

Perempuan itu lalu membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.

Setelah wanita tersebut sukses menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan pria yang berada di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana.

Salah satu pembawa acara yang ada di booth itu lalu menanyakan identitas wanita tersebut.

“Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana?. Mau apa mau apa temennya? Pesen,” kata wanita tersebut.

Sementara itu, pihak penyelenggara konser The Sounds Project melalui akun media sosial resminya telah menegaskan sikap kecaman atas kejadian yang terjadi di salah satu booth sponsor, yakni Newport, pada tanggal 9 Agustus 2026.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak sempat, dan tidak akan sempat, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis keterangan resmi dari The Sounds Project.

“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” sambungnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *