Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik penghargaan demi kategori Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif, dalam ajang Top Regional Leader 2026 yang diselenggarakan oleh Disway National Network di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Founder Disway National Network, Dahlan Iskan. Gelaran itu juga dirangkai bersama acara Leadership Forum dan Awarding Ceremony yang mengangkat tema “Mendorong Daerah Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional”.

Ahmad Luthfi menyebutkan, penghargaan tersebut melecut motivasinya demi makin baik lagi dalam menjalankan pembinaan UMKM di wilayahnya. Apalagi jumlah UMKM di Jawa Tengah sekitar 4,2 juta.

“Ini inspirasi demi seluruh kepala daerah agar makin kreatif dalam menciptakan terobosan di tengah situasi di tengah keterbatasan fiskal,” kata Luthfi.

Berdasarkan data pada triwulan I tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah membina sekitar 199.781 UMKM. Jumlah tersebut naik 1.001 UMKM dibandingkan tahun semasih belumnya. Ribuan UMKM tersebut terdiri atas sektor produksi 81.595 unit, pertanian 28.586 unit, perdagangan 67.595 unit, dan jasa 22.005 unit. Dari jumlah tersebut menyerap sekitar 1,38 juta tenaga kerja. Sementara nilai asetnya mencapai Rp39,675 miliar bersama omzet Rp70,6 miliar.

Dalam hal pembinaan, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilakukan melalui kemudahan akses permodalan; peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat pelatihan keterampilan, manajemen, dan pendampingan legalitas usaha; menolong terbukanya pasar baru; menerapkan digitalisasi dalam perizinan dan pemasaran.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memakai portal satu data Dinas Koperasi dan UKM serta Silap CSR demi memantau data penyaluran bantuan, kemitraan dan penerima manfaat secara berkala. Di sisi lain realisasi penyaluran modal melalui KUR juga dilakukan yang pada saat ini telah mencapai Rp361,36 triliun demi 10,31 juta debitur.

Sementara terkait perkembangan ekonomi kreatif, Jawa Tengah telah memiliki 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang ditetapkan Keaparatur negara kementerianan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di antaranya, Kabupaten Grobogan demi kuliner Nasi Jagung-Ayam Pecok-Kedelai/Japede; Kabupaten Pati demi Seni Pertunjukan; Kabupaten Cilacap demi Animasi-Film-Video; Kota Surakarta dan Kota Semarang juga telah resmi menjadi anggota UNESCO Creative City Networks (UCCN) demi kategori Crafts & Folk-Art demi kerajinan dan seni rakyat.

Selain itu, sesejumlah 29 Kabupaten/Kota telah memiliki Komite Ekonomi Kreatif demi mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Komitmen terkait ekonomi kreatif dilakukan bersama pengembangan creative hub Jateng. Fokusnya demi optimalisasi sarana, menjawab kebutuhan generasi Z, dan penguatan infrastruktur digital.

“Kita bina (UMKM dan Ekonomi Kreatif) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat sekitar di tingkat kecil. Secara tidak langsung ini akan menambah kuatnya ekonomi daerah,” kata Luthfi.

Founder Disway Network, Dahlan Iskan menyebutkan, penghargaan tersebut diberikan sebagai dukungan demi kepala daerah. Sosok yang juga konsisten mengawal otonomi daerah melalui lembaga pro otonomi daerah itu menilai, di tengah situasi dan tantangan global bagaikan pada saat ini, ia yakin masih ada kepala daerah istimewa.

“Kita menyerahkan penghargaan ini lantaran di saat teramat sulit tetap akan lahir sejumlah kepala daerah yang istimewa. Ini salah satu pembelajaran terbaik demi kajian efisiensi dan skala prioritas,” katanya. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *