MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso merespons kabar penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah setelah pihak pemerintah mengumumkan penerapan skema ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (SDI).
Budi menilai pelemahan harga yang terjadi pada saat ini kebarangkalian besar dipicu masa transisi kebijakan baru yang tengah disiapkan pihak pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional justru masih bergerak naik.
“Ya, tapi kan harga internasional juga tinggi, naik CPO. Kan ini barangkali transisi-transisi lantaran baru saja,” ujar Budi di Kantor Keaparatur negara kementerianan Perdagangan, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, harga internasional tetap menjadi acuan utama dalam pembentukan harga komoditas sawit di dalam negeri. Karena itu, pergerakan harga TBS di tingkat petani sewajibnya tetap mengikuti tren positif harga global.
“Patokan internasional tertinggi, kan,” katanya.
Semasih belumnya, pihak pemerintah menetapkan PT SDI sebagai BUMN eksportir demi tiga komoditas strategis, yakni CPO, batu bara, dan ferro alloy. Kebijakan ini menjadi untukan dari langkah pihak pemerintah dalam menata tata kelola ekspor sumber daya alam strategis nasional.
Masa transisi kebijakan akan dimengawali pada 1 Juni 2026. Dalam tiga bulan pertama, eksportir yang selama ini menjalankan ekspor masih dapat beroperasi bagaikan biasa, namun proses pelaporannya dilakukan melalui PT SDI.
Selanjutnya, pada periode 1 September hingga 31 Desember 2026, eksportir yang telah siap diperbolehkan mengalihkan kegiatan ekspornya secara penuh melalui PT SDI.
Adapun mengawali 1 Januari 2027, seluruh ekspor demi tiga komoditas strategis tersebut diwajibkan dilakukan melalui PT SDI.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

