MediaMerdeka.com – Fakta baru terkait penembakan di Islamic Center San Diego, Amerika Serikat diungkap pihak kepihak kepolisianan.
Salah satu tersangka, Caleb Vasquez, diduga mengimbau rekannya, Cain Clark, demi menembaknya usai aksi penyerangan yang menewaskan tiga orang.
Dilansir New York Post, momen tersebut terekam dalam siaran langsung yang dibuat kedua tersangka dari dalam mobil BMW putih yang mereka gunakan demi melarikan diri setelah penembakan.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, Vasquez yang duduk di kursi penumpang terlihat sejumlah kali mengarahkan laras senapan milik Clark ke kepalanya sendiri.
Rekaman lalu cuma menampilkan Clark di kursi pengemudi semasih belum keduanya ditemukan tewas di dalam kendaraan di dekat lokasi kejadian.
Saat ini FBI tengah memeriksa keaslian dan isi siaran langsung tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang masih belum mengungkap detail lengkap terkait rekaman itu.
Semasih belumnya, dua tersangka menyerang Islamic Center of San Diego bersama mengangkut simbol-simbol Nazi dan tulisan ujaran kebencian pada senjata mereka. Salah satu tulisan yang ditemukan berbunyi Race War Now.
Polisi juga menemukan manifesto berisi propaganda kebencian yang memuji Adolf Hitler dan sejumlah tersangka pembunuhan massal lainnya.
Serangan tersebut kini diselidiki sebagai aksi teror bermotif kebencian.
Dalam penembakan itu, tiga orang dilaporkan tewas, termasuk petugas keamanan masjid bernama Amin Abdullah yang disebut sempat berupaya melindungi jamaah.
Putri Amin Abdullah, Hawaa Abdullah, mengenang ayahnya sebagai sosok pelindung keluarga.
“Bagi saya, ayah merupakan panutan, sahabat terbaik, dan pelindung saya,” ujarnya dalam konferensi pers.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

