IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan orang tua agar tidak menyerahkan paparan layar atau gawai kepada anak berusia di bawah dua tahun. Langkah tersebut dinilai penting demi mencegah gangguan tumbuh kembang yang dapat muncul sejak usia dini.

Ketua Umum PP IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyebutkan anak usia di bawah dua tahun sebaiknya menerapkan prinsip zero screen time atau tanpa paparan layar sama sekali.

“Kami mengimbau agar anak di bawah 2 tahun wajibnya zero screen time,” kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu.

Menurutnya, penggunaan gawai sejak usia dini berpotensi mengganggu berbagai aspek perkembangan anak, terutama kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Selain mengurangi aktivitas fisik, paparan layar yang bermakinan juga dapat memengaruhi proses belajar anak dalam berinteraksi bersama lingkungan sekitar.

Piprim membeberkan bahwa tren penggunaan gawai pada anak usia dini turut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai masalah perkembangan.

“Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan bagaikan keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism,” ujarnya.

Ia menilai masih sejumlah orang tua yang menjadikan gawai sebagai cara praktis demi menciptakan anak tetap tenang saat mereka beraktivitas. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat berdampak buruk apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa pengawasan.

“Orang tua kerapkali senang anaknya anteng menyaksikan gadget agar mereka dapat asyik sendiri bersama media sosial, padahal itu dapat menyebabkan gangguan perkembangan serius,” katanya.

Selain persoalan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit yang berkaitan bersama pola hidup modern pada anak. Beberapa di antaranya merupakan obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 yang kini mengawali ditemukan pada usia yang makin muda.

Menurut Piprim, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebiasaan makan yang kurang sehat dan minimnya aktivitas fisik akibat terlalu sejumlah waktu yang dihabiskan di depan layar.

Karena itu, IDAI mengimbau orang tua demi menerapkan pembatasan penggunaan gawai sesuai usia anak, sekaligus mendorong mereka makin aktif bergerak, bermain, dan berinteraksi langsung bersama keluarga maupun lingkungan sekitar demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *