Impor Logam Mulia RI dari Australia Naik Gila-gilaan, Tembus 2 Kali Lipat

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya lonjakan impor non migas yang amat masif dari Australia sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Peningkatan signifikan ini utamanya didorong oleh komoditas logam mulia, perhiasan, dan permata.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, membeberkan bahwa total nilai impor nonmigas Indonesia yang berasal dari Australia mencapai 6,47 miliar Dolar AS selama periode Januari–Juli 2026.

Australia pun masuk ke dalam jajaran tiga besar negara asal impor nonmigas terbesar untuk Indonesia bersama China dan Jepang.

Dari total angka tersebut, komoditas logam mulia dan perhiasan/permata yang masuk dalam kelompok Kode HS71 menjadi pendorong utama lonjakan impor dari Negeri Kanguru tersebut.

“Untuk impor nonmigas dari Australia tercatat 6,47 miliar dolar AS, terutama didominasi oleh impor logam mulia dan perhiasan atau permata di HS 71 bersama share-nya 23,15 persen dan tumbuh cukup besar, yakni tumbuh 202,81 persen secara c-to-c-nya,” kata Ateng konferensi pers yang dipantau virtual, Selasa (1/9/2026).

Lonjakan impor logam mulia dari Australia yang menembus makin dari dua kali lipat ini sejalan bersama tren kenaikan impor bahan baku/penolong serta barang modal nasional sepanjang 2026.

Secara akumulatif, total nilai impor Indonesia dari seluruh negara asal pada periode Januari–Juli 2026 mencapai 163,33 Dolar AS miliar atau merasakan kenaikan sebesar 19,94 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *