Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kepala Pusat Makroekonomi Indef M Rizal Taufikurahman menyebutkan keputusan pihak pemerintah menaikkan harga Pertamax rasional di tengah tingginya harga energi global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

“Kenaikan harga Pertamax dapat dipandang sebagai langkah yang secara fiskal cukup rasional di tengah tingginya harga energi global dan pelemahan rupiah, lantaran dapat mengurangi distorsi harga serta menekan potensi beban kompensasi negara di masa mendatang,” jelas Rizal, kepada MediaMerdeka.com di Jakarta Rabu (10/6/2026).

Menurut Rizal, kenaikkan harga Pertamax penting demi memperkuat disiplin fiskal dan menyerahkan sinyal positif kepada para investor global bahwa pihak pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto berani mengambil kebijakan yang tidak populis atau demi sekedar menyenangkan sejumlah orang.

“Penyesuaian harga Pertamax dapat memperkuat disiplin fiskal, menjaga kesehatan keuangan Pertamina dan menyerahkan sinyal positif kepada pasar bahwa pihak pemerintah berani mengambil kebijakan yang makin berkelanjutan,” beber Rizal.

Meski demikian ia menilai kenaikkan harga ini diputuskan di waktu yang kurang tepat, di saat daya beli masyarakat sekitar dan aktivitas ekonomi sedang melambat, berakibat berisiko memperbesar tekanan terhadap konsumsi domestik yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebutkan dampak negatifnya merupakan meningkatnya biaya logistik dan produksi yang dapat mendorong inflasi, mengurangi daya beli masyarakat sekitar, serta menekan profitabilitas dunia usaha berakibat berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Adapun kenaikkan harga Pertamax pada pada hari ini telah menyerahkan sinyal positif kepada pasar. Hasilnya nilai tukar rupiah menguat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun menguat.

Para analis menyebutkan kebijakan pihak pemerintah ini telah sedikit mengembalikan kepercayaan investor global kepada pihak pemerintah.

Rizal makin lanjut menerangkan bahwa ke depannya demi memperkuat rupiah dan kinerja IHSG, pihak pemerintah perlu memulihkan lagi kepercayaan pasar melalui konsolidasi fiskal yang kredibel, ketentuan arah kebijakan ekonomi, penguatan iklim investasi, percepatan hilirisasi yang menghasilkan devisa, serta reformasi struktural yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional.

“Pemerintah tidak cukup cuma mengandalkan pengetatan moneter atau penyesuaian harga energi,” tegas dia.

“Pada akhirnya, stabilitas makroekonomi yang dibangun di atas fondasi pertumbuhan yang kuat akan menjadi faktor utama dalam menarik arus modal dan memperkuat nilai tukar rupiah secara berkelanjutan,” tutup Rizal.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *