Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan nasib sitaan bal pakaian bekas (balpres) hasil impor ilegal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya mulanya berencana demi menyerahkan hasil sitaan balpres kepada industri tekstil lokal demi diolah ulang. Namun setelah berdiskusi, mereka ternyata tidak mampu menampung sitaan tersebut.

“Dulu kita sempat diskusi sama industri. Industri bilang dapat dimanfaatkan, tapi ketika kita tawarkan dan kita proses, mereka bilang enggak mampu,” katanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Walhasil Kemenkeu memutuskan demi memusnahkan pakaian bekas impor ilegal hasil sitaan Bea Cukai. Purbaya juga telah menyiapkan dana khusus demi memusnahkan sitaan balpres.

Diketahui Purbaya baru saja mengamankan 43 kontainer berisi pakaian bekas hasil impor ilegal senilai Rp 53,9 miliar pada hari ini. Namun balpres yang telah sejumlah disita semasih belumnya masih tersimpan di pelabuhan-pelabuhan lain.

Purbaya mengonfirmasi bila pakaian bekas impor ilegal ini bakal dalam waktu dekat dimusnahkan Kemenkeu.  

“Ini termasuk yang di pelabuhan-pelabuhan yang lain yang telah bertahun-tahun tidak dimusnahkan,” tegasnya.

Sekadar informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan 43 kontainer berisi pakaian bekas hasil impor ilegal senilai Rp 53,9 miliar yang disita Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya menyebut bila kasus impor ilegal bal pakaian bekas (balpres) ini disita dari Jakarta dan Kalimantan Barat. Ia menyebut ini menjagi untukan dari upaya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan impor, melindungi industri dalam negeri, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

“Pemerintah berkomitmen demi terus menindak tegas praktik impor ilegal yang merugikan tersangka usaha yang patuh, masyarakat sekitar, dan negara,” kata Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *