Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali berkeliling Indonesia dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi politik biasa. Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai ada dua target politik besar yang ingin dicapai Jokowi lewat langkah tersebut.

Menurut Jamiluddin, langkah Jokowi turun langsung ke berbagai daerah merupakan upaya demi memperlihatkan bahwa basis massanya masih kuat meski telah tidak lagi menjabat kepala negara.

“Pertama, Jokowi ingin keliling Indonesia demi memperlihatkan basis massanya masih besar. Jokowi ingin pamer modal politiknya masih kuat,” kata Jamiluddin dalam pernyataanya, Kamis (28/5/2026).

Ia menilai kekuatan massa itu sengaja dipertontonkan sebagai sinyal politik kepada partai-partai politik, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

“Hal itu sengaja dipertontonkan sebagai sinyal kepada partai politik mengenai kekuatan politiknya yang sesungguhnya,” ujarnya.

Menurut dia, Jokowi ingin menjaga posisi tawarnya tetap tinggi di hadapan elite politik nasional. Salah satu target utamanya disebut berkaitan bersama masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.

“Kalau hal itu terwujud, maka keinginan Jokowi demi menggolkan anaknya Gibran Rakabuming tetap mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029 berpeluang tercapai,” katanya.

Selain menjaga pengaruh politik keluarga, Jokowi juga dinilai ingin mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Menurut dia, langkah tersebut penting agar PSI dapat lolos ke Senayan pada Pemilu mendatang dan meningkatkan posisi tawarnya di hadapan partai politik lain.

“Target itu wajib dicapai agar PSI dari partai gurem dapat meningkat levelnya menjadi partai menengah,” katanya.

Meski demikian, Jamiluddin menilai upaya Jokowi tidak akan mudah. Ia menyebut kondisi politik Jokowi pada saat ini berbeda dibanding ketika masih menjabat kepala negara.

“Jokowi pada saat ini bukanlah sosok sehebat saat menjabat kepala negara,” ujarnya.

Ia bahkan menilai seuntukan pendukung fanatik Jokowi mengawali kecewa dan menjauh setelah masa pihak pemerintahannya berakhir.

Karena itu, menurut Jamiluddin, dua target politik Jokowi tersebut masih belum tentu mudah diwujudkan, termakin tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi dinilai mengawali menurun.

“Tapi namanya usaha, wajar saja Jokowi berupayanya. Mana tahu ada keberuntungan berakibat Jokowi nantinya tetap diperhitungkan di kancah perpolitikan nasional,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *