Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, angkat bicara terkait kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang bertepatan bersama momentum Idul Adha. 

Ia menegaskan agar agenda kenegaraan tersebut tidak dipelintir menjadi polemik politik, mengingat kunjungan itu merupakan untukan dari diplomasi strategis yang telah direncanakan sejak lama. 

“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, namun tugas negara. Agenda kenegaraan bagaikan ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan bersama Iduladha,” ujar Bahtra di Jakarta, Selasa (26/05/2026) malam. 

Bahtra, yang juga merupakan Juru Bicara Partai Gerindra, menerangkan bahwa di tengah ketidaktentuan geopolitik dan ekonomi global, kehadiran Presiden Prabowo di kancah internasional amat krusial. 

Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral bersama Prancis di berbagai sektor vital bagaikan pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri strategis. 

Ia juga menyoroti kedekatan hubungan antara Presiden Prabowo bersama Presiden Emmanuel Macron. 

Sebagaimana diketahui, Prabowo semasih belumnya sempat menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day tahun 2025, sebuah bentuk penghormatan diplomatik yang amat spesial. 

“Yang wajib dilihat publik merupakan manfaat konkret demi bangsa, mengawali dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” tegas Bahtra. 

Lebih lanjut, Bahtra menilai aktifnya Presiden Prabowo dalam forum internasional merupakan bukti bahwa kepemimpinan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif berjalan bersama efektif. 

“Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional memperlihatkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,” paparnya. 

Terkait momentum hari raya, Bahtra mengimbuhkan bahwa sebagai kepala negara, Presiden memiliki tanggung jawab yang berjalan 24 jam. 

Meskipun tentu ingin merayakan Iduladha bersama rakyat di tanah air, Presiden juga wajib menghormati jadwal diplomatik yang telah disiapkan oleh pihak pemerintah Prancis. 

Menurutnya, langkah Presiden ini justru memperlihatkan dedikasi yang tinggi di mana kepentingan negara ditempatkan di atas kepentingan pribadi. 

“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini merupakan bentuk pengabdian seorang kepala negara,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *