Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah resmi mengumumkan paket stimulus ekonomi demi kuartal dua (Q2) 2026. Salah satunya merupakan Program Vokasi Nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bila program vokasi nasional ini ditargetkan demi para lulusan SMK hingga pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menko Perekonomian menyebut bila program ini bakal menjaring total 270 ribu peserta yang mencakup 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja kena PHK. Adapun anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2,12 triliun.

“Program vokasi nasional itu ditargetkan demi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang ter-PHK bersama anggaran Rp2,12 triliun,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Diketahui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang demi memiliki keterampilan yang sesuai bersama kebutuhan dunia industri serta siap dalam memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyebutkan program ini dirancang link and match bersama kebutuhan industri. Fokusnya merupakan meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja.

“Program ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD,” kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026).

Khusus di BBPVP Bandung, pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 diikuti oleh 512 peserta yang mengikuti berbagai pelatihan keterampilan yang relevan bersama kebutuhan pasar kerja pada saat ini.

Berbagai pelatihan yang diikuti peserta di BBPVP Bandung meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD). Pelatihan juga dilaksanakan melalui skema project-based learning pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas (smart building).

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, BBPVP Bandung telah menyiapkan seluruh fasilitas, sarana prasarana, dan instruktur secara optimal guna menunjang pelatihan berbasis industri.

Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai manfaat, mengawali dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk skema tertentu, peserta juga memperoleh fasilitas asrama.

Yassierli mengimbuhkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Kemnaker menargetkan 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN dan diprioritaskan untuk lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya.

“Harapannya, peserta tidak cuma memiliki keterampilan, namun juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *