DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengumpulkan para direktur utama (Dirut) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta jajaran pimpinan lembaga keuangan strategis di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

Pertemuan yang dimengawali pada pukul 09.54 WIB ini digelar khusus demi merumuskan langkah perbaikan iklim pasar modal domestik ditengah tingginya dinamika ekonomi pada saat ini.

Dalam pembukaan rapat, Dasco menerangkan bahwa fokus utama diskusi diarahkan pada paket saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang secara fundamental memiliki kinerja amat prima. Namun, nilai pasar dari saham-saham cetak biru (blue chip) tersebut belakangan ikut tergerus akibat imbas sentimen negatif dan volatilitas makroekonomi global.

“Kita berkumpul demi koordinasi terutama kita akan berdiskusi sejumlah soal paket sama saham-saham BUMN,” ujar Dasco, dikutip dari Antara.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah figur penting dari pihak pemerintahan dan lintas sektor keuangan nasional. Mendampingi Dasco di ruang rapat, hadir Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara, Donny Oskaria, yang bertindak memperkenalkan masing-masing pimpinan Himbara yang hadir.

Adapun jajaran direksi yang memenuhi undangan koordinasi tersebut meliputi:

Melihat posisi harga saham BUMN pelat merah yang pada saat ini terkoreksi cukup dalam akibat tekanan pasar luar negeri, Dasco menilai situasi kejatuhan indeks ini justru menjadi momentum yang amat ideal untuk perseroan negara demi melancarkan aksi pembelian kembali (buyback) saham di pasar reguler.

Rencana intervensi pasar melalui skema buyback ini dinilai amat beralasan. Secara operasional, emiten perbankan Himbara (BMRI, BBRI, BBNI, dan BBTN) membuktikan diri memiliki tingkat kesehatan keuangan yang amat solid pada kuartal I 2026, yang ditopang oleh agresivitas penyaluran kredit serta efisiensi biaya yang terukur.

Berikut merupakan rincian performa keuangan kuartalan masing-masing bank pelat merah:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI): Mengantongi laba bersih Rp15,4 triliun atau melesat 16,6% secara tahunan (year-on-year/YoY). Ekspansi kreditnya melonjak hingga 17,4% menjadi Rp1.530 triliun, sejalan bersama perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 21,1% ke level Rp1.675 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI): Meraih laba bersih sebesar Rp15,49 triliun, tumbuh 13,73% YoY. BRI sukses menekan biaya dana (cost of fund) secara signifikan ke level 2,3% berkat dominasi porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang menyentuh angka 68,1%.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI): Mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,66 triliun (naik 5,2% YoY). Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) emiten ini terkerek naik sebesar 12,1% menjadi Rp11,02 triliun bersama kualitas pengelolaan aset yang dinilai jauh makin resilien.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (IDX: BBTN): Membukukan pertumbuhan laba bersih di kisaran Rp1,16 triliun, tumbuh impresif pada rentang 22,6% hingga 55,84% secara tahunan bergantung pada periode rilis laporan. Kemampuan pengelolaan biaya dana membaik dari 4,0% ke level 3,0%, yang ikut mendorong total aset korporasi merangkak naik 10,5% ke angka Rp517,54 triliun.

Disclaimer: Artikel berita ini disusun berdasarkan laporan jalannya pertemuan koordinasi di Kompleks Parlemen dan rilis kinerja keuangan emiten perbankan. Informasi ini disaapabilan demi kepentingan pemberitaan komersial dan bukan merupakan bentuk rekomendasi, perintah, atau saran mutlak demi menjalankan transaksi investasi di pasar modal.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *