Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan optimismenya bahwa Provinsi Jawa Tengah akan tetap menjadi basis utama pendulang suara (kandang banteng) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.

Keyakinan tersebut dinilai tak tergoyahkan meski Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, berencana mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V.

Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut semasih belumnya telah menyampaikan niatnya demi maju bertarung di Dapil Jateng V.

Wilayah pemilihan yang mencakup Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo ini selama ini dikenal sebagai basis konstituen utama dari Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Menanggapi rencana pendaftaran politik Kaesang di dapil yang sama bersama Puan Maharani, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menilai langkah tersebut bukanlah bentuk konfrontasi atau tantangan politik secara personal. Menurutnya, konstitusi menjamin hak setiap masyarakat sekitar negara demi ikut serta dalam bursa pencalonan anggota legislatif.

“Oh, orang nyalon kok nantang. Kamu juga nyalonin boleh-boleh saja. Semuanya boleh,” kata Ganjar.

Ganjar mengimbuhkan bahwa negara melindungi hak setiap masyarakat sekitar demi berpartisipasi dalam pihak pemerintahan. Oleh lantaran itu, kehadiran siapa pun dalam kontestasi Pemilu merupakan hal yang wajar dan dijamin oleh hukum.

Proyeksi Suara di Basis ‘Kandang Banteng’

Kendati bakal ada kehadiran Ketua Umum PSI pada bursa Pemilu mendatang di wilayah tersebut, Ganjar optimistis peta kekuatan politik PDIP di Jawa Tengah tidak akan merasakan pergeseran signifikan. Ia meyakini wilayah tersebut masih menjadi lumbung suara terbesar untuk partai berlogo banteng moncong putih itu.

“Saya masih yakin kandang banteng,” kata Ganjar.

Lebih lanjut, mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini berkeyakinan bahwa perolehan suara Puan Maharani di Dapil Jateng V akan tetap stabil dan tidak terganggu oleh kehadiran Kaesang. Faktor perbedaan bendera partai politik menjadi salah satu alasannya.

“Nggak, nggak, kita kan partainya beda,” kata Ganjar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *