Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Tim penyelamat bertarung melawan gelombang panas ekstrem demi menembus reruntuhan bangunan setelah pihak korban tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,1 di Kyushu melonjak menjadi 34 jiwa, Jumat (31/7/2026). Lonjakan angka kematian ini memperjelas tingginya risiko bahaya sekunder akibat cuaca panas yang mengancam para pengungsi di Prefektur Kumamoto, Jepang.

Cuaca panas yang menembus angka 36 derajat Celsius memperburuk kondisi darurat di lapangan saat puluhan ribu masyarakat sekitar bertahan tanpa akses air bersih. Situasi darurat ini memaksa pihak pemerintah daerah menyuplai energi cadangan ke posko evakuasi agar pendingin udara dapat beroperasi memadai.

Ancaman dehidrasi dan penyakit kini mengintai makin dari 9.000 masyarakat sekitar yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Pada saat yang sama, tim SAR terus memfokuskan penyisiran pada area pusat perbelanjaan dan pemukiman masyarakat sekitar.

Pemerintah setempat mencatat makin dari 79.000 hunian merasakan krisis air bersih dan 3.500 rumah kehilangan pasokan listrik. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa suhu udara terus melonjak tinggi setelah semasih belumnya menyentuh 35 derajat Celsius.

Dua titik kehancuran terparah berlokasi di pusat perbelanjaan Aeon Mall Kashima serta fasilitas pabrik milik Nippon Paper Industries. Ledakan susunan bangunan dan pilar yang tumbang menyulitkan proses penanganan di kedua lokasi vital tersebut.

Evakuasi Reruntuhan Pusat Perbelanjaan dan Pabrik

Dikutip dari The Hill, guncangan hebat yang terjadi saat jam sibuk sempat memicu evakuasi sekitar 3.000 pengunjung ke area parkir Aeon Mall. Namun, ledakan lanjutan di untukan lain gedung runtuh dan meretakkan lantai dua hingga menjebak pekerja yang tersisa.

Tujuh pihak korban ditemukan meninggal dunia dan 11 orang sukses diselamatkan dari reruntuhan pusat perbelanjaan tersebut. Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menegaskan dalam jumpa pers di Tokyo bahwa penanganan di lokasi dilakukan secara intensif.

“Di lokasi tersebut, tujuh orang ditentukan tewas dan 11 orang telah diselamatkan,” kata Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara kepada wartawan di Tokyo, Jumat (31/7/2026).

Sementara itu, pencarian di pabrik Nippon Paper Industries wilayah Yatsushiro resmi dihentikan setelah mengevakuasi seluruh pekerja dari cerobong asap yang roboh. Petugas mengonfirmasi sembilan pekerja tewas dan 11 orang lainnya selamat dalam insiden di pabrik tersebut.

“Sementara itu, operasi pencarian telah berakhir di pabrik Nippon Paper Industries di area Yatsushiro di mana sebuah cerobong asap runtuh akibat gempa,” kata Kihara.

Operasi pencarian berskala makin kecil masih terus berlangsung di bawah puing-puing rumah masyarakat sekitar di kawasan selatan Kumamoto. Otoritas masih belum mempublikasikan data tentu mengenai total masyarakat sekitar yang dilaporkan hilang.

Lumpuhnya Transportasi dan Pilihan Bertahan di Kendaraan

Sektor transportasi publik di pulau Kyushu merasakan gangguan besar meski sejumlah jalur utama mengawali dipulihkan secara bertahap. Layanan kereta cepat Shinkansen rute Kumamoto menuju Fukuoka di utara beroperasi terbatas, sementara rute selatan menuju Kagoshima masih dihentikan.

Seluruh perjalanan kereta lokal di wilayah terdampak parah selatan Kumamoto dihentikan total akibat kerusakan rel yang meluas. Penutupan akses ini membatasi mobilitas masyarakat sekitar dan logistik di daerah terisolasi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *