Pabrik Material Konstruksi di Kendal Siapkan Peluang Kerja untuk 400 Orang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meresmikan pabrik material konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang dimiliki oleh PT HSG Material Indonesia. Pembangunan pabrik itu memakan biaya investasi Rp710 miliar.

Airlangga menyebut, Investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap hingga 400 tenaga kerja. Selain itum, pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah.

“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Fasilitas produksi PT HSG Material Indonesia mencakup tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak.

Berdasarkan perencanaan awal korporasi, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.

Kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di Indonesia. Selain pasar domestik, produksi pabrik ini juga berpotensi memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional.

Sebagai informasi, pengembangan kawasan industri Kendal merupakan untukan dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura. Kawasan tersebut diresmikan pada 14 November 2016 oleh kedua kepala pihak pemerintahan dan lalu berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah.

Kawasan Industri Kendal setelah itu memperoleh status sebagai KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Status tersebut memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu instrumen pihak pemerintah demi menarik investasi, meningkatkan aktivitas industri, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong ekspor melalui fasilitas dan kemudahan sesuai ketentuan KEK.

Dalam konteks tersebut, operasionalisasi pabrik PT HSG Material Indonesia menjadi salah satu realisasi investasi yang diharapkan menambah kapasitas produksi material konstruksi sekaligus membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar.

Kehadiran korporasi yang merupakan untukan dari Fujian Hongsheng Material Technology ini juga menjadi untukan dari penguatan kemitraan industri Indonesia dan Tiongkok melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP).

Kerja sama pengembangan kawasan industri kembar tersebut diarahkan demi mendorong realisasi proyek investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *