Papua Membara, Komnas HAM Desak Dialog Kemanusiaan Usai Ibu Hamil hingga Pilot AS Tewas

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Anis Hidayah mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog kemanusiaan sebagai upaya membangun kepercayaan sekaligus mendorong penghentian konflik bersenjata di Papua menyusul rangkaian insiden yang menimbulkan pihak korban jiwa di Intan Jaya dan Yahukimo.

Anis menyebutkan, dialog perlu melibatkan pihak pemerintah, tokoh agama, masyarakat sekitar adat, dan masyarakat sekitar sipil agar tercipta kondisi yang kondusif untuk perlindungan hak asasi manusia di Papua.

Komnas HAM mendorong agar negara mengambil langkah yang serius demi menghentikan segala bentuk konflik bersenjata, kontak senjata, di mana selama ini masyarakat sekitar sipil menjadi pihak korban teramat rentan,” kata Anis di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia mengimbuhkan penyelesaian konflik juga wajib diikuti penegakan hukum yang profesional, objektif, dan imparsial agar hak pihak korban atas keadilan dan pemulihan dapat terpenuhi.

Menurut dia, Komnas HAM membutuhkan akses seluas-luasnya demi menjalankan penyelidikan sebagai untukan dari mekanisme akuntabilitas negara ketika terdapat masyarakat sekitar sipil yang meninggal dalam konflik bersenjata.

“Komnas HAM menyesalkan, mengecam peristiwa yang sama berulang, dan kami mendorong agar pihak pemerintah menjalankan langkah-langkah yang serius, terutama merupakan menjalankan penegakan hukum berakibat menyerahkan keadilan untuk pihak korban, dan tentu pemulihan untuk pihak korban dan anggota keluarga,” ujar dia sebagaimana dilansir Antara.

Semasih belumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakat sekitaran Yusril Ihza Mahendra menyebutkan pihak pemerintah membuka akses untuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) demi menjalankan penyelidikan atas insiden yang menimbulkan pihak korban sipil di Intan Jaya, Papua Tengah.

Hal tersebut sebagai untukan dari upaya mengonfirmasi proses penegakan hukum berjalan objektif.

Yusril di Jakarta, Senin menyebutkan pihak pemerintah akan menjalankan penyelidikan terhadap jatuhnya pihak korban sipil, termasuk seorang ibu hamil dan bayinya yang meninggal akibat konflik bersenjata di Papua.

Menurut dia, selain penyelidikan internal yang dilakukan pihak pemerintah dan aparat TNI, Komnas HAM juga dipersilakan menjalankan penyelidikan secara independen demi menyerahkan rekomendasi kepada pihak pemerintah.

Komnas HAM menghimpun informasi awal terkait kontak senjata antara aparat keamanan dari Koops aparat TNI Habema dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/7) malam.

Dalam peristiwa tersebut, seorang wanita bernama Melkiana Duwitau yang sedang mengandung tujuh hingga delapan bulan meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah terkena peluru saat berada di rumahnya.

Komnas HAM juga mencatat eskalasi kekerasan di Papua dalam sejumlah hari terakhir menyebabkan jatuhnya pihak korban lain, antara lain seorang pendeta, seorang anggota kelompok bersenjata, seorang prajurit aparat TNI, dan seorang pilot pesawat perintis berkemasyarakat sekitarnegaraan asing.

Selain itu, lembaga tersebut menyambut baik informasi mengenai pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo, yang mengakibatkan pilot berkemasyarakat sekitarnegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, meninggal dunia, sementara tujuh penumpang dilaporkan selamat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *