MediaMerdeka.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyebutkan bahwa proses operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis dalam speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, dilanjutkan pada Kamis (10/9) esok hari bersama perluasan area penyisiran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, menegaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sementara, sektor selatan perairan hingga radius kurang makin 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau dinilai telah ter-cover secara penuh.
Oleh lantaran itu, lanjut dia, strategi pencarian pada hari berikutnya akan difokuskan pada penyesuaian arus, pergeseran ombak, dan arah angin.
“Untuk esok hari, barangkali kita akan memperluas ke sisi utara sesuai bersama perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin bagaikan itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara, Rabu (9/9/2026).
Ia bilang, rangkaian operasi pencarian lanjutan dijadwalkan akan kembali dimengawali pada pukul 07.00 WIB, bersama mempertimbangkan kondisi cuaca di perairan yang cenderung makin landai pada pagi hari.
Namun demikian, sesejumlah tujuh SAR Unit (SRU) dari lima sektor yang melibatkan sembilan alat utama (alut) dikerahkan demi menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Posisi Anak Krakatau telah dikelilingi. Kalau kita tarik bersama radius, itu kurang makin sampai bersama 15 sampai 20 nautical mile dari Anak Krakatau,” paparnya.
Dia merinci, demi hari kedua pencarian ini terdapat sembilan alut yang digerakkan diuntuk ke dalam sektor-sektor pencarian strategis. Unsur RIB 02 Kantor SAR Banten menjalankan pencarian di sekitar Tenggara Krakatau bersama jarak kurang makin 67 nautical mile.
Sementara itu, dua unit RIB Lampung menyisir kawasan Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, Sebukut, hingga Utara Krakatau. Adapun kapal-kapal besar bagaikan KN SAR Tetuka dan KL Anyar memfokuskan pencarian di sektor Barat Laut Gunung Anak Krakatau dan Teluk Semangka.
“Penyisiran serupa juga dilakukan oleh KP Sanjaya di sektor Tenggara Gunung Anak Krakatau, serta KRI Leuser dan KRI Lepu yang masing-masing bergerak di sisi timur dan barat daya Gunung Anak Krakatau sambil mencari posisi aman demi lego jangkar,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, selama pencarian tim SAR gabungan sempat menyikapi sejumlah tantangan cuaca di lapangan. Di mana, gelombang laut terpantau bervariasi mengingat posisi alut tidak berada di titik yang sama lantaran dipengaruhi faktor arus, di samping aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus aktif.
Namun, kondisi tersebut ditentukan tidak menyurutkan langkah tim di lapangan dan petugas memetakan titik penempatan alut secara cermat, termasuk menempatkan unsur RIB sebagai alut terkecil di area yang telah diperhitungkan keamanannya.
“Selain penyisiran permukaan laut, KN SAR Tetuka juga sempat menerbangkan drone di sekitar Pulau Sebuku guna memaksimalkan pencarian visual, meski wajib dibatasi demi faktor keselamatan,” kata dia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

