Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), merasakan 1.873 kali gempa letusan atau erupsi selama periode pengamatan 1-5 September 2026.

Aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih berlangsung hingga Minggu (6/9) malam. Erupsi terakhir tercatat pada pukul 21.35 WITA bersama tinggi kolom abu kurang dari 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut.

Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, menyebutkan selama lima hari pengamatan, tinggi letusan yang teramati berkisar 200-700 meter dari puncak.

“Kolom abu letusan berwarna putih, kelabu hingga hitam,” kata Stanislaus dalam laporan pengamatan Gunung Ile Lewotolok periode 1-5 September 2026, seprti dikutip SUARA.COM dari Antara, Minggu (6/9/2026) malam.

Selain erupsi, petugas juga mencatat adanya guguran bersama jarak luncur mencapai 700 meter dari puncak menuju arah tenggara.

Aktivitas kegempaan Ile Lewotolok juga cukup beragam. Selain 1.873 kali gempa letusan atau erupsi, tercatat satu kali gempa guguran bersama amplitudo 40 milimeter dan durasi 85 detik.

Kemudian terdapat 663 kali gempa hembusan bersama amplitudo 3,3-40 milimeter dan durasi 17-85 detik, serta 14 kali gempa harmonik bersama amplitudo 5,5-40 milimeter dan durasi 80-209 detik.

Petugas juga mencatat 221 kali tremor nonharmonik bersama amplitudo 3,3-40 milimeter dan durasi 77-503 detik.

Sementara itu, gempa hybrid atau fase sejumlah tercatat sesejumlah enam kali bersama amplitudo 6,6-22,1 milimeter, S-P 1,1-2,5 detik, dan durasi 12-21 detik.

Gempa vulkanik dangkal terjadi empat kali bersama amplitudo 8,8-40 milimeter dan durasi 8-14 detik. Adapun gempa vulkanik dalam tercatat enam kali bersama amplitudo 6,6-40 milimeter, S-P 0,5-2,39 detik, dan durasi 8-12 detik.

Selain itu, terdapat tiga kali gempa tektonik jauh bersama amplitudo 16,6-33,2 milimeter, S-P 17-28 detik, dan durasi 48-86 detik.

Secara visual, Gunung Ile Lewotolok teramati jelas hingga tertutup kabut pada tingkat 0-II. Asap kawah utama terlihat berwarna putih bersama intensitas tipis, sedang hingga tebal, bersama ketinggian sekitar 20-500 meter dari puncak.

Cuaca di sekitar gunung api selama periode pengamatan terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah barat dan barat laut, bersama suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.

Erupsi 600 Meter Direkam dari Kawah

Stanislaus juga menerangkan mengenai video erupsi Ile Lewotolok yang beredar di media sosial dan memperlihatkan kolom erupsi seolah mencapai ketinggian sekitar 600 meter.

Menurut dia, video tersebut direkam oleh seorang pemandu atau guide dari kawasan kawah berakibat ketinggian kolom abu terlihat makin tinggi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *