Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring untuk sekolah di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Di saat yang sama, pihak pemerintah menyiapkan surveilans harian demi memantau gangguan kesehatan akibat paparan abu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan kebijakan PJJ diterapkan sebagai langkah perlindungan untuk siswa dan masyarakat sekitar satuan pendidikan.

“PJJ diberlakukan bersama tujuan melindungi peserta didik dan masyarakat sekitar satuan pendidikan,” kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (7/9/2026).

Kebijakan darurat tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang diterbitkan pada Minggu (6/9). Langkah itu merupakan untukan dari kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat sekitar, khususnya di kawasan yang terdampak paparan material vulkanik.

Dedi menginstruksikan kepala sekolah dalam waktu dekat menghentikan kegiatan tatap muka dan seluruh aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

Kasus Gangguan Pernapasan Dipantau Harian

Tak cuma mengubah aktivitas belajar, Pemprov Jabar juga memperketat kesiapsiagaan sektor kesehatan. Posko dan lokasi pengungsian disiapkan demi mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik.

Kesiapsiagaan juga diaktifkan di puskesmas, rumah sakit, pos kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

“Saya instruksikan Dinas Kesehatan demi mengonfirmasi ketersediaan tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, masker/respirator, dan alat pelindung diri (APD) di fasilitas kesehatan,” katanya.

Dinas Kesehatan juga diperintahkan menjalankan surveilans harian terhadap kasus gangguan pernapasan, iritasi mata, penyakit kulit, cedera, serta dampak kesehatan lainnya.

Hasil pemantauan setelah itu dilaporkan melalui mekanisme yang berlaku.

Perlindungan ekstra diarahkan kepada kelompok rentan, antara lain bayi, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan, dan penderita penyakit kronis.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup ditugaskan memantau kualitas udara, khususnya parameter PM2,5 dan PM10, bersama BMKG dan BPBD. Informasi mengenai kondisi udara akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat sekitar.

Abu Vulkanik Dibersihkan bersama Cara Dibasahi

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *