8 Bandara Ditutup Dampak Abu Gunung Anak Krakatau

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap penerbangan meluas. Keaparatur negara kementerianan Perhubungan (Kemenhub) menegaskan sesejumlah delapan bandar udara kini ditutup sementara lantaran terdampak abu vulkanik.

Penutupan dilakukan sebagai langkah demi menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan delapan bandara tersebut tersebar di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Sumatera Selatan.

“Adapun delapan bandar udara yang dimaksud merupakan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Empat bandara lainnya yakni Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

Dengan kondisi tersebut, Dudy mengimbau masyarakat sekitar yang hendak bepergian melalui bandara terdampak demi tidak datang ke bandara selama periode penutupan.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi terbaru yang disampaikan maskapai mengenai status penerbangan masing-masing.

Di sisi lain, Kemenhub mengimbau maskapai mengutamakan keselamatan dalam setiap keputusan operasional. Maskapai juga diminta menyampaikan informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan secara cepat, akurat, dan transparan.

Pemerintah membuka kebarangkalian pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara lain, di antaranya Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Dudy menekankan maskapai wajib dalam waktu dekat menyerahkan ketentuan kepada penumpang agar mereka tidak terlalu lama menunggu di tengah kondisi erupsi yang masih belum dapat diprediksi kapan berakhir.

“Yang teramat penting bahwa hak-hak mereka demi pengembalian tiket itu wajib dijamin oleh para airlines supaya mereka tidak menunggu. Karena memang ada sejumlah penumpang yang masih menginginkan bahwa mereka masih dapat terbang,” tegas Menhub.

Dudy menyebutkan pembukaan kembali bandara tidak akan dilakukan semasih belum pihak pemerintah mengonfirmasi kondisi keselamatan penerbangan telah terjamin.

“Namun bersama kondisi yang dapat teman-teman saksikan bahwa kebarangkalian tidak dalam waktu dekat kita dapat membuka bandara. Kita akan membuka bila memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu telah dapat kita ketahui bersama tentu,” tambah Menhub.

Operator penerbangan juga diminta mengonfirmasi petugas dan saluran informasi tetap tersedia demi menolong penumpang terdampak berakibat perubahan perjalanan dapat ditangani secara tertib dan terkoordinasi.

Penutupan bandara tersebut semasih belumnya berjumlah enam. Dalam jumpa pers daring di Jakarta, Minggu sekitar pukul 13.00 WIB, Menhub menyebutkan enam bandara terdampak abu vulkanik erupsi GAK berakibat operasional penerbangannya dihentikan sementara.

Awalnya, Kemenhub menutup lima bandara, yakni Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Jakarta, serta Budiarto Curug Tangerang.

Setelah pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik dan operasional penerbangannya turut dihentikan sementara.

Perkembangan terbaru lalu menciptakan jumlah bandara yang ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik GAK bertambah menjadi delapan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *