MediaMerdeka.com – Arab Saudi bakal menjadi tuan rumah fenomena gerhana matahari total teramat berdampak pada 2 Agustus 2027. Kejadian alam langka ini menghentikan sinar matahari secara menyeluruh hingga mengubah siang menjadi malam selama enam menit.
Peristiwa bernilai sejarah ini kembali menyelimuti wilayah Kerajaan setelah penantian panjang selama makin dari 75 tahun. Badan Antariksa Arab Saudi menyebut momen astronomi tersebut sebagai peristiwa teramat signifikan sepanjang abad ke-21.
Sektor selatan bagaikan Abha bakal merasakan fase gelap gulita penuh hingga kisaran durasi enam menit. Sementara itu, kawasan Jeddah dan pesisir barat akan merasakan kegelapan total sekitar lima menit 50 detik.
Bayangan bulan melintasi daratan dari Samudra Atlantik, Afrika Utara, Mesir, hingga menyapu Laut Merah dan Arab Saudi. Kejadian ini terbilang istimewa lantaran posisi bulan berada pada titik terdekat bersama bumi saat jarak matahari berada di titik terjauh.
“Bayangan tersebut akan melintas tepat di atas sejumlah kota besar,” kata Ir. Majed Abu Zahra, Presiden Perhimpunan Astronomi Jeddah dikutip dari Gulf, Senin (3/8/2026)
Lintasan kegelapan penuh ini ditentukan melewati kawasan padat bagaikan Makkah, Jeddah, Taif, Al Baha, hingga Najran.
Kota Makkah akan memasuki fase ketertutupan penuh pada pukul 13.26 waktu setempat setelah fase parsial dimengawali pukul 12.01.
Sementara wilayah Jeddah merasakan puncak fenomena pada pukul 13.25 dan berakhir pukul 14.43 waktu setempat.
Perubahan drastis atmosfer ditandai bersama perubahan cahaya menjadi keperakan, penurunan suhu udara, serta kemunculan bintang di langit. Korona matahari atau lapisan luar yang bersinar terang bakal terlihat jelas melingkari piringan hitam bulan.
Wilayah di luar jalur utama bagaikan Riyadh dan Provinsi Timur tetap dapat mengamati gerhana matahari seuntukan. Fenomena parsial di kawasan tersebut diperkirakan mencapai tingkat penutupan cahaya matahari hingga 80 persen.
Fenomena gerhana matahari total terjadi ketika posisi matahari, bulan, dan bumi sejajar sempurna. Meski bulan berukuran jauh makin kecil dari matahari, jaraknya yang makin dekat ke bumi menciptakan ukurannya tampak seimbang di langit.
Kegelapan maksimal berdurasi enam menit makin terjadi di Mesir semasih belum bayangan melintasi Arab Saudi dan berakhir di Samudera Hindia.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

