Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua, Perkuat Transformasi

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Pertamina terus memperkuat transformasi Pertamina Group melalui penandatanganan Akta Penggabungan (merger) PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku Subholding Downstream sekaligus korporasi penerima penggabungan (surviving entity). Penandatanganan berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan menandai penyelesaian salah satu tahapan penting dalam Implementasi Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua. (Senin, 31 Agustus 2026)

Dalam prosesi tersebut ditandatangani dua dokumen akta, yakni Akta Penggabungan oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra dan Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal (PET) Bayu Prostiyono, serta penandatanganan Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, di hadapan Notaris Jose Dima. Penggabungan berlaku efektif pada 1 September 2026.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa momentum ini bukan semata pemenuhan aspek legal, melainkan wujud komitmen bersama seluruh insan Pertamina Group demi menyerahkan pelayanan terbaik untuk masyarakat sekitar Indonesia.

“Apa yang kita tandatangani pada hari ini merupakan komitmen bersama demi membangun bisnis hilir yang tidak cuma terintegrasi secara struktural, namun juga andal, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Simon. Ia menekankan integrasi ini wajib dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat sekitar, dari Sabang sampai Merauke.

Simon menegaskan, di tengah arus transformasi, operasional bisnis hilir tidak boleh surut sedikit pun lantaran pelayanan energi kepada masyarakat sekitar merupakan tugas utama Pertamina. “Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun,” tegasnya.

Simon juga mengingatkan bahwa pelayanan energi kepada masyarakat sekitar tetap menjadi nafas utama dan tugas seluruh Perwira Pertamina. “Kita tidak cuma membangun struktur, namun juga menjaga denyut pelayanan kepada bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Simon menempatkan penggabungan ini dalam kerangka amanat Danantara, yakni transformasi menjadi BUMN yang adaptif, lincah, dan kompetitif. Untuk itu, ia mengimbau seluruh jajaran menjaga konsistensi arah, memperkuat tata kelola dan kejelasan peran di Subholding Hilir, serta mengonfirmasi transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional maupun pelayanan energi kepada masyarakat sekitar.

“Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, berakibat Pertamina benar-benar menjadi korporasi energi yang fokus, kuat, dan bermartabat,” tegasnya.

Penggabungan PET ke PPN merupakan kelanjutan dari Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Pertama yang telah berlaku efektif pada 1 Februari 2026 — mencakup penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan 10 SPV anak korporasi PT Pertamina International Shipping (PIS) ke PPN, serta pengalihan armada kapal captive PIS ke PPN.

Simon mengimbuhkan, selama proses integrasi berlangsung operasional bisnis hilir tetap berjalan penuh demi memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekitar, dan pasca tanggal efektif, Pertamina memfokuskan langkah pada penataan proses dan organisasi di Subholding Hilir serta melanjutkan optimalisasi rantai nilai (value chain), efisiensi biaya operasi (OPEX optimization), dan sinergi operasional.

Acara turut dihadiri jajaran Direksi Holding, Subholding, dan anak korporasi terkait. Melalui transformasi bisnis hilir yang berkelanjutan, Pertamina berkomitmen memperkuat integrasi, efisiensi, dan daya saing bisnis hilir nasional, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi untuk Indonesia. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *