Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Perhatian publik ruang digital mendadak tertuju pada jalannya komunikasi resmi Istana Negara setelah sebuah insiden penghentian tayangan siaran langsung terjadi di tengah pidato kekepala negaraan.

Momen yang ramai diperbincangkan tersebut berlangsung ketika Presiden Prabowo Subianto tengah mengulas peta dinamika keamanan global, khususnya isu sensitif seputar perlombaan kepemilikan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.

Peristiwa tersebut terekam dalam pertemuan Presiden Prabowo bersama jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026).

Dalam forum yang dihadiri para tersangka usaha nasional itu, Presiden memaparkan betapa kompleksnya ketegangan geopolitik internasional pada saat ini, termasuk risiko efek domino apabila suatu negara di Timur Tengah terkonfirmasi mengembangkan persenjataan atom.

Di tengah analisis geopolitik yang disampaikan, Prabowo menyinggung perihal informasi terkait status kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

Prabowo menilai bahwa munculnya persepsi mengenai kapasitas militer nuklir Iran dapat memicu motivasi negara-negara tetangga di kawasan Teluk dan Timur Tengah demi ikut serta membangun kekuatan penangkal yang setara.

“Dikatakan bahwa Iran telah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kebarangkalian Emirate (Uni Emirat Arab) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir,” ujar Prabowo dalam forum terkait.

Namun, sejumlah saat setelah pernyataan tersebut terucap, tayangan siaran langsung yang dipancarkan melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden mendadak terhenti.

Dalam berbagai potongan video yang lalu beredar luas dan viral di media sosial X, transmisi audio pidato terdengar langsung terputus tepat seiring bersama hilangnya gambar tayangan dari layar siaran.

Kejanggalan ini bersama cepat memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat sekitarnet. Publik mempertanyakan faktor penyebab senyapnya siaran resmi tersebut tepat ketika topik bahasan menyentuh isu keamanan internasional yang memiliki tingkat sensitivitas diplomatik tinggi.

Berdasarkan penelusuran makin lanjut pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, video rekaman lengkap kegiatan bersama Kadin Indonesia tersebut memang telah kembali tersedia demi publik.

Akan namun, segmen pidato yang memuat pernyataan Presiden mengenai Iran dan uraian tentang potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah tidak lagi ditemukan dalam versi unggahan ulang tersebut.

Hingga Minggu (2/8/2026), masih belum ada penjelasan atau keterangan resmi yang diterbitkan oleh pihak Istana maupun Sekretariat Presiden mengenai alasan teknis ataupun editorial di balik terputusnya siaran tersebut.

Belum dapat ditentukan apakah hilangnya potongan narasi tersebut merupakan langkah penyuntingan standar, gangguan teknis jaringan, atau untukan dari pertimbangan protokol komunikasi luar negeri.

Video tersebut kini tersebar di berbagai platform, salah satunya direpost oleh mood.jakarta.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *