MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong seluruh pihak pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau dalam waktu dekat mempercepat pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC). Langkah tersebut dinilai menjadi kunci penguatan penanggulangan TBC dari tingkat desa dan kelurahan melalui percepatan penemuan kasus, pendampingan pasien, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat sekitar.
“Mungkin nanti dalam kesempatan tertentu saya juga akan zoom bersama para kepala daerah dan wali kota yang ada di Provinsi Riau demi meyakinkan bahwa pembentukan Desa Siaga ini benar-benar akan menyerahkan kontribusi terhadap penanggulangan tuberkulosis,” ujarnya dalam Dialog Interaktif dan Koordinasi Bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau guna Memperkuat Dukungan Multisektor dalam Upaya Penanggulangan TBC di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (4/8/2026).
Wiyagus menyoroti masih rendahnya capaian pembentukan Desa Siaga TBC di Provinsi Riau. Hingga kini baru terbentuk dua desa atau sekitar 0,11 persen dari total desa dan kelurahan di Provinsi Riau. Karena itu, ia mengimbau pihak pemerintah daerah (Pemda) memperkuat koordinasi lintas sektor agar pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC dapat dalam waktu dekat direalisasikan.
Menurutnya, kesuksesan program tersebut bergantung pada sinergi antara pihak pemerintah provinsi, pihak pemerintah kabupaten/kota, dinas kesehatan, serta para pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat akan menciptakan penanggulangan TBC makin terstruktur dan menjangkau masyarakat sekitar secara makin luas.
Selain itu, Wiyagus mengimbau para camat, lurah, dan kepala desa mengambil peran aktif dalam memimpin upaya penanggulangan TBC di wilayah masing-masing. Ia menegaskan, pembentukan Desa Siaga wajib disertai langkah nyata, mengawali dari penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien hingga tuntas berobat, sampai peningkatan kesadaran masyarakat sekitar mengenai bahaya TBC.
“Di sini ada Pak Camat yang mendengar langsung tentang data dan juga apa yang saya arahkan pada hari ini. Segera bentuk, Pak,” tegasnya.
Wiyagus juga menginginkan komitmen kepala daerah dapat memperkuat pelaksanaan program penanggulangan TBC hingga tingkat RT dan RW. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pencapaian target pengendalian TBC di Provinsi Riau.
“Kalau itu telah dilaksanakan, insyaallah apa yang kita inginkan seluruhnya akan dapat berjalan bersama baik,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau S.F. Hariyanto, anggota Komisi IX DPR RI Maharani, dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

