MediaMerdeka.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar rapat gabungan demi mematangkan persiapan Sidang Tahunan MPR tahun 2026.
Rapat yang dilaksanakan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026) ini dihadiri oleh pimpinan MPR, seluruh fraksi, kelompok DPD, serta alat kelengkapan MPR.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan, bahwa salah satu agenda utama dalam rapat tersebut merupakan mengonfirmasi kesiapan teknis pelaksanaan sidang tahunan yang merupakan agenda konstitusional penting.
“Hari ini alhamdulillah Majelis Permusyawaratan Rakyat mengadakan rapat gabungan yang diikuti oleh seluruh pimpinan MPR ya, kecuali yang berhalangan. Yang kedua, oleh seluruh fraksi dan kelompok DPD serta alat kelengkapan MPR. Mengikuti bersama seksama agenda rapat gabungan pada pada hari ini. Rapat gabungan MPR pada pada hari ini membahas tiga hal pokok. Yang pertama, persiapan sidang tahunan MPR hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026,” ujar Muzani usai rapat.
Muzani menerangkan, bahwa berdasarkan hasil keputusan rapat, Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD akan dilaksanakan pada pagi hari agar dapat berakhir semasih belum waktu salat Jumat.
“Rapat memutuskan bahwa rapat… eh, sidang tahunan MPR dan sidang bersama MPR, DPR, dan DPD diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus, hari Jumat, tahun 2026, dimengawali pada jam 08.30 sampai berakhir. Diharapkan semasih belum salat Jumat telah berakhir. Dengan agenda pokok yakni, pidato ketua MPR, pidato ketua DPD, lalu kita akan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden selaku Kepala Negara sekaligus menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara,” paparnya.
Mengenai daftar tamu undangan, Muzani menegaskan bahwa MPR akan mengundang jajaran tokoh bangsa, termasuk para mantan pimpinan negara dan pimpinan partai politik.
“Yang kita undang merupakan seluruh kepala negara terdahulu, wakil kepala negara terdahulu, ketua MPR dan pimpinan MPR serta DPR dan DPD terdahulu, sama para aparatur negara kementerian, duta besar, ketua umum-ketua umum partai kita undang seluruh,” tegas Muzani.
Meski daftar undangan telah ditetapkan, Muzani menerangkan bahwa pengiriman undangan fisik masih dalam proses administrasi.
“Kita akan undang, tapi undangan masih belum kita layangkan lantaran sedang dalam proses pencetakan. Sampai bersama konfirmasi dari Setjen bagaikannya,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

