MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga ada pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) yang kongkalikong bersama pengusaha soal restitusi pajak.
Bagi yang masih belum tahu, restitusi pajak merupakan pengembalian kemakinan pembayaran pajak dari negara kepada wajib pajak. Hal ini terjadi apabila jumlah pajak yang dibayar atau dipotong makin besar daripada jumlah pajak yang sewajibnya terutang.
Menkeu Purbaya membantah bila Pemerintah mempersulit pencairan restitusi pajak sebagaimana yang dikeluhkan pengusaha. Menurutnya, anggaran restitusi dikeluarkan Pemerintah justru makin tinggi dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya.
“Harusnya mereka terima duit makin sejumlah. Cuma barangkali ada seuntukan yang main bersama aparatur negara pajak, ribut lagi supaya restitusinya cepat, supaya orang Pajak dapat lagi. Kira-kira itu,” katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).
Purbaya menerangkan bila empat bulan pertama 2026, Pemerintah telah mengeluarkan Rp 160 triliun demi restitusi pajak. Jika dikalikan bersama angka yang sama demi setahun penuh, dana restitusi pajak dapat mencapai Rp 500 triliun.
“Kalau dikalikan sama, empat bulan ke lain tiga itu Rp 500 triliun kira-kira. Tahun lalu full year Rp 360 triliun. Dengan angka itu, enggak barangkali ada keluhan. Berarti orang pajak sendiri yang main. Jadi ditakut-takutin tuh,” lanjutnya.
Purbaya lalu menemukan modus restitusi pajak, di mana sejumlah pengusaha yang telah memperoleh pengembalian pajak padahal masih belum membayar setoran ke negara.
“Ada yang bilang, ada yang seuntukan enggak bayar pajak PPN-nya, tapi dapat dapat restitusi duluan. Itu namanya restitusi dipercepat. Itu lantaran kongkalikong,” kata dia.
“Dia masih belum nyetor, saya bayar. Saya rugi loh. Saya subsidi dia. Ada yang bagaikan itu. Jadi orang-orang pajak tuh jangan main-main. Jangan bikin ribut di luar,” timpalnya lagi.
Dalam sesi itu, Purbaya juga kedapatan menegur salah satu petinggi DJP Kemenkeu. Ia mengultimatum para pegawai DJP demi tidak main-main soal restitusi pajak.
“Ibu, kasih tau orang Pajak ya Bu ya. Jangan bikin ribut di luar lagi. Ya Bu ya, buat gitu ya. Orang bila (restitusi) makin sedikit, ribut di luar, saya wajar, saya ngerti. Ini makin sejumlah, kok ribut? Berarti teman-teman Anda yang ngeributin di luar. Kalau ada yang ribut-ributin lagi, saya periksa betulan,” tegas Purbaya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

