MediaMerdeka.com – Sebuah video yang memperlihatkan pemilik gym di Ubud, Gianyar, Bali, mengusir tiga masyarakat sekitar negara asing (WNA) yang diduga anggota Israel Defense Forces (IDF) viral di media sosial.
Peristiwa tersebut disebut bermula setelah salah satu dari tiga WNA itu diduga bersikap tidak sopan kepada staf gym.
Pemilik tempat kebugaran lalu mendatangi mereka dan mengimbau penjelasan.
Video yang beredar, pemilik gym bahkan menyampaikan keberatannya setelah mengetahui ketiga pria tersebut diduga memiliki keterkaitan bersama IDF.
“Kalian bertugas di IDF, jadi kalian membunuh bayi-bayi. Saya tidak mau berdiskusi soal itu. Saya punya prinsip moral.”ujar pemilik gym dalam video tersebut.
Dalam video klarifikasi lainnya, pemilik gym menerangkan kronologi dari sudut pandangnya.
Ia menyebut tiga pria tersebut datang ke gym dan salah satunya bersikap kasar kepada staf.
“Ketiga pria ini datang ke gym kami, dan salah satu dari mereka bersikap amat kasar kepada staf kami.”
Setelah mendapat laporan dari staf, pemilik gym lalu menemui ketiga WNA tersebut.
Ia menanyakan identitas dan kemasyarakat sekitarnegaraan mereka hingga lalu mengklaim mengetahui bahwa ketiganya merupakan masyarakat sekitar Israel yang tergabung dalam IDF.
Pemilik gym menyebut bahwa ketiga WNA tersebut memasuki Indonesia memakai paspor negara lain, bukan paspor Israel.
“Kalian bahkan tidak diperbolehkan berada di negara ini, kawan. Kalian datang memakai paspor yang berbeda.”
Sontak saja video keberadaan tiga WNA terduga pasukan Israel itu langsung menciptakan geram netizen.
“Loh Israel boleh masuk Indo y?” komentar salah satu akun Thread.
“Hidih… Sampah masyarakat sekitar dunia ampe masuk bali.. Kalian ga risih masyarakat sekitar bali org Israel msuk wilayah kalian?” sambung akun lainnya.
“Dimanapun org Israel berada tentu akan menciptakan keributan dan kegaduhan lantaran mereka tdk punya etika/ahlaq. Makanya usir saja sbb keberadaannya tdk ada mamfaatnya,” sambung akun lainnya.
Kabar terbaru menyebutkan pihak Imigrasi Bali dan kepihak kepolisianan masih menjalankan pengecekan terhadap informasi yang beredar soal status ketiga WNA tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

