Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Bank Indonesia (BI) bakal menaikkan remunerasi atau imbal hasil kepada pihak pemerintah atas penempatan dananya di bank sentral.

Langkah ini diambil sebagai untukan dari penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, sekaligus demi menolong menjaga agar beban bunga utang pihak pemerintah tetap terkendali.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut kini bank central sedang menghitung kembali besaran remunerasi yang akan diberikan.

“Nah kita akan memperhitungkan kembali besarnya remunerasi, supaya beban bunga pihak pemerintah itu ya, itu tetap terkendali,” kata Perry saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).

Perry menerangkan bahwa kenaikan remunerasi tersebut efektif memangkas beban bunga utang pihak pemerintah secara neto.

Hal ini terjadi lantaran pihak pemerintah tidak cuma menanggung pembayaran bunga atas Surat Berharga Negara (SBN) yang dirilis, namun juga memperoleh pemasukan balik dari imbal hasil dana yang diparkir di BI.

Upaya tersebut juga sekaligus menjawab sorotan lembaga pemeringkat terkait beban bunga utang.

“Kalau remunerasi BI kita naikkan secara neto kan tetap terkendali sekaligus itu menjawab concern-nya salah satu lembaga rating interest spending-nya terkendali,” sebut Perry.

Selain itu, kebijakan tersebut dirancang agar pengelolaan kas pihak pemerintah tetap berada di rekening BI tanpa berpindah ke luar bank sentral.

Dengan mempertahankan penempatan di bank sentral, BI tetap mampu menjaga efektivitas operasi moneter dan stabilitas rupiah.

“Dengan demikian, operasi moneter itu tetap berjalan demi mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” kata Perry.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *