Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanfaatkan tekonologi kecerdasan buatan (AI) agar makin cepat mengendus pakaian bekas impor ilegal hasil sitaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya menyebut bila Bea Cukai mampu mendeteksi bal pakaian bekas (balpres) impor ilegal dalam kontainer lantaran dilengkapi mesin pemindai (scanner) yang dilengkapi sistem AI.

“Jadi ada indikasi bahwa ini sama bersama bentuknya, sama bersama barang balpres semasih belumnya yang sempat ketemu. Jadi begitu polanya sama, muncul lah tuh lampu merah yang kira-kira ‘tung-tung-tung’, baru diperiksa,” katanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (27/6/2026).

Dari pendeteksi itu, Bea Cukai dapat menyaksikan bila tumpukan barang di dalam kontainer merupakan balpres. Terbukti setelah dibongkar, hasil pendeteksi itu akurat.

“Jadi kita telah memperkenalkan pakai AI, bila enggak telah lolos ini kira-kira,” lanjutnya.

Ia membandingkan bila semasih belumnya Bea Cukai cuma mendeteksi barang bersama mata telanjang. Tapi kini lembaga itu memakai sistem pendeteksi yang makin canggih.

“Jadi double pengawasan, mata telanjang orang ahli kita yang telah terlatih, bersama AI, jadi makin cepat terdeteksinya. Jadi ke depan akan ada makin sejumlah barang-barang ini bagaikan ini yang terdeteksi,” jelas dia.

Diketahui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan 43 kontainer berisi pakaian bekas hasil impor ilegal senilai Rp 53,9 miliar yang disita Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu).

Menkeu Purbaya menyebut bila kasus impor ilegal bal pakaian bekas (balpres) ini disita dari Jakarta dan Kalimantan Barat. Ia menyebut ini menjagi untukan dari upaya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan impor, melindungi industri dalam negeri, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

“Pemerintah berkomitmen demi terus menindak tegas praktik impor ilegal yang merugikan tersangka usaha yang patuh, masyarakat sekitar, dan negara,” kata Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

   

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *