Wamensos dan Bappenas Bahas Penanganan Bencana serta Pengembangan Sekolah Rakyat

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono bertemu bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas penanganan bencana, pengembangan Sekolah Rakyat, serta program permakanan untuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Dalam pembahasan penanganan bencana, Agus Jabo menyampaikan perlunya penguatan kesiapan logistik dan dukungan anggaran agar Keaparatur negara kementerianan Sosial dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar secara cepat ketika terjadi bencana. “Karena tanggap darurat itu kuncinya kecepatan,” ujarnya.

Agus Jabo juga menyampaikan pengalaman penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika distribusi logistik dari gudang menyikapi kendala akibat kondisi cuaca dan transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, Kemensos menjalankan pembelian logistik di lokasi yang makin dekat bersama pengungsian.

Menanggapi hal tersebut, Rachmat menyebutkan kebutuhan penanganan bencana akan dibahas makin lanjut secara teknis antara Keaparatur negara kementerianan Sosial dan Bappenas semasih belum masuk ke mekanisme pengajuan formal. “Kita bahas dulu secara teknis, lalu kita tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada,” ujar Rachmat.

Pembahasan juga mencakup penanganan bencana di Aceh dan Flores, termasuk kebutuhan pada masa transisi dari tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Kemensos dan Bappenas akan melanjutkan koordinasi bersama keaparatur negara kementerianan/lembaga terkait.

Selain penanganan bencana, Agus Jabo menyampaikan perkembangan Sekolah Rakyat yang kapasitasnya terus berkembang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Peningkatan kapasitas tersebut berdampak pada kebutuhan ruang kelas, asrama, guru, serta dukungan operasional lainnya.

Rachmat menekankan agar kebutuhan dan pemanfaatan fasilitas Sekolah Rakyat dipikirkan sejak awal, termasuk keberlanjutan penggunaan asrama dan sarana pendukung lainnya.

“Nanti dormitory dipakai demi apa? Itu wajib dipikirkan dari kini,” ujar Rachmat.

Pembahasan setelah itu terkait program permakanan untuk lanjut usia dan penyandang disabilitas. Agus Jabo menyampaikan rencana mengintegrasikan program tersebut bersama program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jadi kita mau sinergikan bersama MBG. Jadi nanti dapat kesinambungannya pas dan akuntabilitasnya juga pas,” ujarnya.

Rencana integrasi tersebut akan dibahas makin lanjut, termasuk terkait regulasi, mekanisme pelaksanaan, dan koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, Kepala Biro Perencanaan Cecep Sulaeman, serta Tenaga Ahli Menteri Andy Kurniawan, Agustinus Budi Prasetyohadi, Alif Kamal, dan Dardo Prasetyo. Dari Bappenas, hadir Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Tirta Sutedjo. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *